MALUKU — Kepastian gelar juara diraih Arsenal pada Sabtu (24/5) tanpa mereka harus bermain. Skuad asuhan Mikel Arteta berkumpul di pusat latihan di Hertfordshire untuk menyaksikan laga City yang berakhir dengan hasil yang mereka harapkan.
City unggul lebih dulu melalui gol Erling Haaland, namun Bournemouth menyamakan skor di babak kedua. Hasil imbang itu membuat Arsenal unggul delapan poin di puncak klasemen dengan satu laga tersisa, tidak terkejar oleh City.
Begitu peluit panjang berbunyi, para pemain Arsenal langsung merayakan. Gelandang Declan Rice mengunggah foto dirinya bersama Kai Havertz, Eberechi Eze, Bukayo Saka, Myles Lewis-Skelly, dan William Saliba di Instagram dengan caption: "I told you all .. it's done."
Mikel Arteta, 44 tahun, menjadi manajer termuda kedua yang memenangi Premier League setelah Jose Mourinho (2005). Situs resmi Arsenal menyebut Arteta telah "cemented his place in our history as one of our greatest managers of all time".
Pencapaian ini luar biasa mengingat ini adalah pekerjaan pertama Arteta sebagai manajer utama. Ia mengambil alih dari Unai Emery pada Desember 2019 dan perlahan mengubah Arsenal menjadi penantang gelar.
Arsenal finis sebagai runner-up dalam tiga musim terakhir. Musim ini mereka sempat unggul sembilan poin sebelum City memangkasnya setelah menang di Etihad. Namun Arsenal bangkit dengan empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan, termasuk kemenangan 1-0 atas Burnley pada Senin (19/5).
Di luar lapangan, ribuan fans berkumpul di pub sekitar Emirates. Mantan striker Arsenal Ian Wright terlihat merayakan momen itu di stadion.
Arsenal akan menerima trofi Premier League di Selhurst Park pada Minggu (1/6) setelah laga terakhir melawan Crystal Palace. Arteta berpeluang menyamai mentornya, Pep Guardiola, dengan memenangkan Liga Champions saat Arsenal menghadapi Paris Saint-Germain pada 30 Mei.
Hanya lima tim Inggris yang pernah memenangi liga dan Liga Champions di musim yang sama. City menjadi yang terakhir melakukannya pada 2023.