MALUKU — Mugello yang biasanya menjadi lumbung poin bagi Ducati justru berubah menjadi panggung dominasi Aprilia. Bezzecchi tampil sempurna di kandang sendiri, memanfaatkan tekanan kandang untuk memperkokoh posisinya di puncak klasemen. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan 25 poin, tapi juga pukulan psikologis bagi Ducati yang gagal memanfaatkan tradisi kemenangan di sirkuit favorit mereka.
Dominasi Rider Italia di Klasemen, Pecco Mulai Merangkak Naik
Fabio Di Giannantonio tetap kokoh di posisi ketiga dengan 134 poin, hanya terpaut 39 poin dari Bezzecchi. Sementara Francesco Bagnaia akhirnya bisa tersenyum setelah finis podium di Mugello. Tambahan 16 poin membuat Pecco naik satu peringkat ke posisi ketujuh, melewati Alex Marquez yang kini turun ke peringkat sembilan.
Luca Marini dan Franco Morbidelli memang belum menembus 10 besar, tapi kontribusi poin mereka di kandang sendiri tetap berarti bagi kubu Italia. Ini menjadi sinyal bahwa persaingan internal rider Italia musim ini sangat ketat.
Marc Marquez Naik Satu Peringkat, Tapi Jarak ke Puncak Makin Jauh
Marc Marquez finis ketujuh di Mugello, cukup untuk menambah sembilan poin dan naik satu posisi ke peringkat kedelapan klasemen dengan total 71 poin. Namun jarak 102 poin dari Bezzecchi membuatnya hampir mustahil mengejar gelar musim ini. Setidaknya, hasil ini membuatnya menggeser Alex Marquez dan tetap bertahan di 10 besar.
Rookie Konsisten, Toprak Masih Adaptasi
Diogo Moreira kembali menunjukkan konsistensi dengan finis ke-10 dan meraih poin penting. Ini menjadi modal berharga bagi rookie tersebut untuk terus membangun pengalaman di kelas utama. Sementara Toprak Razgatlioglu belum berhasil menembus zona poin setelah finis di luar 15 besar, tapi setidaknya ia kembali menyelesaikan balapan dan menambah jam terbang di MotoGP.
Aprilia Mengubah Peta Kekuatan di Mugello
Anggapan bahwa Ducati KO di Italia memang cukup beralasan. Mugello selama ini identik dengan dominasi Ducati, namun kali ini Aprilia tidak hanya menang, tapi juga menguasai dua posisi teratas. Bezzecchi berhasil memperlebar keunggulan klasemen, menjadikan kemenangan ini bukan sekadar hasil balapan, melainkan pukulan telak dalam perebutan gelar musim 2026.
Dengan gap 17 poin dan performa konsisten, Bezzecchi kini memiliki ruang napas lebih besar. Martin tetap menjadi pengejar terdekat, sementara Di Giannantonio masih menyimpan peluang. Pedro Acosta di posisi keempat tertinggal 70 poin, membuat tekanan untuk terus meraih podium semakin besar jika tak ingin semakin jauh dari persaingan juara.