AMBON — Personel Satuan Samapta Polres Kepulauan Tanimbar kini tidak hanya berjaga di titik statis Pantai Weluan. Mereka aktif menyambangi pengunjung dan pelaku usaha di sekitar kawasan wisata di Desa Olilit Raya, Kecamatan Tanimbar Selatan, untuk berdialog langsung.
Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani menyebut pendekatan humanis ini dilakukan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). "Patroli ini kami intensifkan guna mencegah aksi pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, serta segala bentuk aksi premanisme yang dapat mengganggu kenyamanan warga," kata Ayani dalam keterangan pers di Ambon, Minggu (31/5).
Modus dan Target Pengawasan
Pengawasan difokuskan pada titik-titik rawan di sepanjang garis pantai yang ramai dikunjungi saat akhir pekan. Petugas tidak hanya memantau secara visual, tetapi juga mengingatkan pengunjung agar waspada terhadap barang bawaan dan keselamatan saat berenang.
Menurut data dari Polres setempat, aktivitas masyarakat di Pantai Weluan selama ini berlangsung aman dan kondusif. Namun, potensi gangguan seperti pencopetan dan premanisme tetap diantisipasi, terutama saat libur panjang atau hari raya yang meningkatkan volume pengunjung.
Respons Positif dari Masyarakat
Kehadiran seragam dinas di tengah keramaian mendapat sambutan baik dari warga dan pedagang. Beberapa pengunjung mengaku merasa lebih nyaman menikmati liburan karena petugas terlihat berpatroli secara rutin.
"Kami senang ada polisi yang berkeliling. Biasanya kalau ramai, khawatir ada yang jambret atau copet, sekarang lebih tenang," ujar seorang pedagang di sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya.
Fakta Singkat Patroli Pantai Weluan
- Lokasi: Pantai Weluan, Desa Olilit Raya, Kecamatan Tanimbar Selatan, Maluku.
- Sasaran: Aksi premanisme, curas, curanmor, dan gangguan kamtibmas lainnya.
- Metode: Patroli stasioner dan dialog langsung dengan pengunjung serta pelaku usaha.
Kapolres menambahkan, operasi ini akan terus dievaluasi secara berkala. Jika ditemukan peningkatan aktivitas mencurigakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan menambah personel atau memperpanjang jam patroli hingga malam hari.