AMBON — Sebanyak 53 SMP dan 10 MTs di Kota Ambon kini wajib menerapkan Modul Ajar Literasi Keuangan yang baru saja diluncurkan. Modul ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Kota Ambon bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku dan berbagai lembaga jasa keuangan setempat.
Peluncuran yang mengusung tema “Tunas Bangsa Bijak Mengelola Keuangan, Finansial Kuat Negara Berdaulat” itu digelar di Ambon pada Rabu (20/5/2026). Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa modul ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk tingkat SMP dan MTs.
Modul ajar tersebut disusun oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Ambon yang melibatkan OJK Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS.
Materi yang diajarkan mencakup pengelolaan keuangan dasar, budaya menabung, hingga pemanfaatan layanan keuangan secara bijak. Pemerintah berharap modul ini bisa membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini.
Wali Kota Bodewin Wattimena menegaskan bahwa penerapan modul ini bersifat wajib, baik untuk sekolah negeri maupun swasta di Kota Ambon.
“Tidak ada tawar-menawar. Seluruh SMP dan MTs wajib menerapkan modul ajar ini,” tegas Bodewin dalam sambutannya saat peluncuran.
Pemerintah Kota Ambon juga mendorong seluruh siswa untuk membuka rekening Simpanan Pelajar (SimPel) di perbankan yang menyediakan layanan tabungan pelajar. Program menabung serupa sebenarnya sudah pernah berjalan pada 2022 dan 2023, namun perlu diperkuat kembali untuk siswa baru melalui edukasi berkelanjutan.
“Dari dulu bapak dan ibu guru mengajarkan rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Karena itu kita ingin anak-anak terbiasa menabung sejak dini,” ujar Bodewin.
Pemerintah Kota Ambon menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi, termasuk TPAKD Kota Ambon, OJK Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, dan MGMP IPS. Modul ini diharapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, serta mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih cerdas secara finansial.