SAPARUA — Prosesi pelantikan Kepala Pemerintah Negeri atau Raja Siri Sori Islam berlangsung khidmat di Bailo Tomagala Pailemahu, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah. Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir secara resmi melantik Syarifuddin Pattisahusiwa sebagai raja baru, yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan secara adat.
Acara itu dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, anggota DPR RI dan DPD RI dapil Maluku, pimpinan DPRD provinsi dan kabupaten, serta tokoh agama dan adat. Masyarakat Negeri Siri Sori Islam dan basudara pela gandong juga tampak memadati lokasi.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam pidatonya menyebut pelantikan ini bukan seremonial biasa. Menurutnya, momentum itu menjadi bagian dari menjaga marwah negeri dan merawat eksistensi adat istiadat Maluku.
"Hari ini kita tidak hanya melantik seorang raja, tetapi juga meneguhkan kembali marwah negeri, menyambung warisan leluhur, dan memelihara napas peradaban orang Maluku yang berdiri kokoh di atas nilai persaudaraan, kehormatan, dan kearifan adat," ujar Hendrik.
Hendrik menjelaskan, ada tiga mandat sekaligus yang melekat di pundak seorang raja di Maluku. "Yakni mandat negara, mandat masyarakat adat, dan mandat sebagai pemimpin moral masyarakat," tegasnya.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir memberikan instruksi khusus kepada Syarifuddin Pattisahusiwa. Ia meminta raja yang baru dilantik agar mengelola Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) secara terbuka dan akuntabel.
"Kelola Dana Desa dan Alokasi Dana Desa secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan partisipatif. Hindari segala bentuk penyimpangan dan pastikan anggaran digunakan untuk kemajuan serta kesejahteraan masyarakat," kata Zulkarnain.
Bupati juga menyebut pelantikan ini sebagai manifestasi tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus langkah awal pengabdian yang penuh tantangan demi kemajuan negeri.
Zulkarnain menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa beserta istri di tengah masyarakat Saparua Timur. Menurutnya, kehadiran itu menunjukkan perhatian serius pemerintah provinsi terhadap adat dan pemerintahan negeri.
Acara pelantikan dan pengukuhan adat ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan dan tokoh masyarakat kepada Raja Negeri Siri Sori Islam yang baru. Suasana berlangsung tertib, aman, dan penuh rasa kekeluargaan.