JAKARTA — PDI Perjuangan tidak ingin kehilangan momentum dalam persiapan menuju Pemilu 2029. Partai berlambang banteng moncong putih itu telah membentuk tim khusus yang bertugas mengevaluasi Undang-Undang Pemilu sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk kontestasi politik lima tahun mendatang.
“Di PDI Perjuangan, kami sudah membentuk tim yang akan melakukan evaluasi terhadap UU Pemilu dan persiapan-persiapan menuju pada Pemilu Tahun 2029,” kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira di kawasan Jakarta Utara, Sabtu.
Menurut Andreas, pembahasan RUU Pemilu yang tengah berlangsung di DPR RI menjadi pintu masuk bagi partainya untuk mulai mematangkan persiapan. Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap regulasi pemilu yang ada sangat penting dilakukan agar partai dapat beradaptasi dengan perubahan aturan.
“Yang penting sekarang, di DPR sedang dibicarakan soal UU Pemilu karena itu menjadi pintu masuk untuk membahas persiapan menuju 2029,” ujarnya.
Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya menegaskan bahwa RUU Pemilu akan dirancang dengan mengedepankan prinsip kejujuran dan keadilan. Ia memastikan seluruh partai politik di DPR telah menjalin komunikasi, baik secara formal maupun informal, untuk membahas RUU tersebut.
“Kami berkeinginan agar pemilu yang akan datang dapat dilaksanakan secara jujur dan adil, tidak merugikan rakyat, serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” kata Puan di Jakarta, Selasa (12/5).
Puan mengakui tahapan menuju Pemilu 2029 semakin dekat. Meski demikian, ia menekankan bahwa pembahasan RUU Pemilu harus diarahkan untuk menghasilkan sistem pemilu yang terbaik bagi masyarakat.
“Jadi, kami akan terus melakukan pembicaraan sebaik-baiknya, baik secara informal maupun formal,” ujarnya.
Langkah PDI Perjuangan ini menjadi sinyal awal bahwa partai-partai politik mulai memanaskan mesin politik mereka jauh-jauh hari. Dengan waktu yang masih tersisa hingga 2029, evaluasi regulasi pemilu menjadi kunci untuk memastikan kontestasi berjalan demokratis dan tidak merugikan rakyat.