AMBON — Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd. menekankan pentingnya penguatan spiritualitas dan mental bagi seluruh sivitas akademika. Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Seminar Kerohainan bertema “God is Energy” yang digelar bersama Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Maluku, di Aula Rektorat Unpatti, Selasa (26/5/2026).
Menurut Rektor, pembinaan spiritual bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kebutuhan mendasar untuk membangun semangat kerja dan mentalitas yang tangguh, baik bagi mahasiswa maupun pegawai di lingkungan kampus. Program serupa, kata dia, sudah rutin dijalankan untuk mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir. Kini, penguatan itu diperluas hingga ke para pegawai agar memiliki etos kerja dan semangat pelayanan yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Prof. Leiwakabessy menegaskan bahwa motivasi bekerja tidak boleh semata-mata didorong oleh penghargaan, kenaikan pangkat, atau pengawasan pimpinan. Ia mengingatkan bahwa bekerja adalah bentuk pengabdian kepada Tuhan.
“Kesadaran bahwa kita bekerja untuk Tuhan harus menjadi dasar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Upah terbesar bukan hanya gaji yang bersifat normatif, tetapi berkat dan penghargaan yang telah Tuhan sediakan,” ujar Rektor.
Rektor juga mengomentari tema kegiatan “God is Energy” yang dinilainya sarat makna. Ia menganalogikan manusia seperti perangkat elektronik yang membutuhkan pengisian daya secara berkala agar tetap berfungsi optimal. Menurutnya, manusia juga memerlukan penguatan rohani secara rutin untuk menjaga semangat dan energi positif dalam aktivitas sehari-hari.
“Kalau perangkat saja perlu di-charge, apalagi manusia. Kita perlu penguatan rohani agar tetap memiliki semangat dan energi positif,” ungkapnya.
Prof. Leiwakabessy menegaskan bahwa Universitas Pattimura bersikap inklusif terhadap seluruh kegiatan pembinaan spiritual. Ia menyatakan kampus terbuka memfasilitasi kegiatan serupa yang digagas oleh kelompok agama lain, seperti Islam, Hindu, maupun Buddha, selama terkoordinasi dengan baik dan memiliki tujuan yang positif.
“Kalau kegiatan serupa ingin dilaksanakan oleh teman-teman dari agama lain seperti Islam, Hindu maupun Buddha, kampus tetap terbuka untuk memfasilitasi. Yang penting koordinasi dan tujuan kegiatannya baik,” ungkap Rektor.
Rektor berharap kegiatan seminar ini mampu memberikan penguatan spiritual dan motivasi bagi seluruh peserta, sehingga mereka dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan lebih baik ke depannya.