TIAKUR — Delapan warga masih dinyatakan hilang setelah speedboat yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Pulau Dai, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kamis (11/6/2026). Perahu bermotor itu mengangkut sepuluh penumpang dalam perjalanan dari Desa Sinairusi menuju Tepa, Pulau Babar.
Dua korban selamat berhasil dievakuasi dan diketahui bernama Yakop Anamofa serta Ignasius Matrunkoly. Sementara itu, delapan orang lainnya belum ditemukan hingga Jumat (12/6/2026) sore. Tim gabungan yang terdiri dari warga, nelayan, TNI-Polri, dan pemerintah daerah masih menyisir lokasi kejadian.
Ketua DPC GAMKI MBD, Eros J. Akse, menyatakan kondisi geografis dan karakter perairan di sekitar lokasi kecelakaan menjadi kendala utama bagi tim yang bertugas. Menurutnya, perairan Pulau Dai memiliki arus dan topografi yang sulit dijangkau tanpa peralatan khusus.
“Kami berharap Basarnas Ambon dapat segera mengirimkan tim ke lokasi kejadian. Pengalaman dan sumber daya yang dimiliki Basarnas sangat dibutuhkan untuk memperkuat upaya pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan,” kata Eros dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
GAMKI menilai keterlibatan Basarnas akan memperluas jangkauan operasi sekaligus meningkatkan peluang menemukan para korban. Personel, peralatan selam, serta kemampuan teknis rescue dari Basarnas dinilai belum dimiliki oleh tim gabungan yang ada di lapangan saat ini.
Delapan penumpang yang masih dicari terdiri dari berbagai rentang usia. Data yang dihimpun di lokasi menyebutkan korban termasuk seorang pengemudi speedboat dan penumpang anak-anak.
Berikut daftar delapan penumpang yang belum ditemukan:
Di tengah desakan kepada Basarnas, Eros juga memberikan apresiasi kepada masyarakat, nelayan, aparat TNI-Polri, dan relawan yang sejak awal terlibat dalam pencarian. Ia menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh pihak merupakan bentuk kepedulian yang patut dihargai.
“Namun, kehadiran Basarnas tetap diperlukan agar operasi pencarian dapat berlangsung lebih efektif,” tegasnya. DPC GAMKI MBD juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan doa bagi para korban dan tim yang masih bekerja di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap delapan korban masih berlangsung di sekitar lokasi tenggelamnya speedboat. Tim gabungan terus menyisir perairan dan pesisir Pulau Dai dengan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan tim rescue dari Basarnas Ambon.