MALUKU — DFSK Seres E1 L-Type hadir sebagai salah satu pemain baru di segmen city car listrik Indonesia. Bukan sekadar menawarkan harga terjangkau, mobil ini mencoba membuktikan diri lewat fitur yang padat dan efisiensi yang bisa diandalkan. Pengujian kali ini dilakukan di rute campuran, termasuk jalan tol di kawasan Blitar, untuk melihat kemampuan sesungguhnya.
Seres E1 L-Type dibekali motor listrik yang menghasilkan tenaga 30 kW atau setara 40,8 PS. Torsi puncak mencapai 110 Nm yang langsung tersedia sejak pedal diinjak. Karakter akselerasi dari posisi diam terasa responsif, khas mobil listrik, membuatnya lincah di lalu lintas perkotaan.
Namun, saat diajak melaju di tol, performanya mulai menunjukkan batas. Akselerasi lanjutan dari 60 km/jam ke 80 km/jam terasa lebih lambat. Mobil ini tetap stabil di kecepatan 80-90 km/jam, tapi butuh waktu lebih panjang untuk mencapai kecepatan tertinggi. Untuk mobilitas harian di dalam kota, karakter ini masih cukup, tapi pengemudi harus sabar saat hendak mendahului di jalan bebas hambatan.
Pengujian efisiensi dilakukan dengan metode full-to-full charge. Rute kombinasi sepanjang 100 km meliputi jalan perkotaan macet dan tol bebas hambatan. Hasilnya, Seres E1 L-Type mencatat konsumsi energi sekitar 10,5 kWh per 100 km. Angka ini setara dengan biaya sekitar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per 100 km, tergantung tarif listrik rumah tangga.
Dibandingkan rival utama seperti Wuling Air ev, catatan efisiensi Seres E1 L-Type terbilang kompetitif. Di atas kertas, kapasitas baterai 13,8 kWh pada L-Type diklaim mampu menempuh jarak 200 km dalam kondisi ideal. Dalam pengujian realistis, jarak tempuh sebenarnya berada di kisaran 130-150 km tergantung gaya berkendara dan kondisi lalu lintas.
Salah satu keunggulan utama Seres E1 L-Type adalah fitur yang jarang ditemukan di kelasnya. Mobil ini sudah dilengkapi dengan layar instrumen digital 7 inci, head unit layar sentuh 7 inci dengan koneksi Bluetooth dan USB, serta kamera mundur. Fitur keselamatan juga cukup lengkap berkat dual SRS airbag, sensor parkir belakang, dan sabuk keselamatan tiga titik di semua kursi.
Kabinnya juga terasa lebih lapang dibanding rival berkat desain bodi yang lebih panjang. Ruang kaki baris kedua cukup untuk penumpang dewasa dalam perjalanan pendek. Bagasi belakang juga masih muat untuk koper kabin atau belanjaan mingguan.
Suspensi Seres E1 L-Type menggunakan MacPherson Strut di depan dan torsion beam di belakang. Karakter setelan suspensinya cenderung empuk, nyaman untuk menyerap polisi tidur dan jalan rusak di perkotaan. Namun, saat diajak bermanuver agresif di tikungan tol, body roll cukup terasa.
Setirnya ringan dan mudah diputar, cocok untuk pengemudi yang baru beralih ke mobil listrik. Sistem pengereman regeneratif juga bisa diatur levelnya, membantu mengisi ulang baterai saat deselerasi. Secara keseluruhan, Seres E1 L-Type menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman dan minim kebisingan, khas mobil listrik.
DFSK Seres E1 L-Type dibanderol mulai Rp 189 juta untuk varian L-Type. Harga ini bersaing langsung dengan Wuling Air ev yang berada di rentang Rp 185-225 juta. Dengan fitur yang lebih lengkap seperti dual airbag dan layar sentuh, Seres E1 L-Type menawarkan value for money yang menarik bagi konsumen yang mencari mobil listrik pertama dengan fitur keamanan standar.
Dari segi desain, Seres E1 L-Type tampil modern dengan lampu LED daytime running light dan velg alloy 14 inci. Pilihan warna yang tersedia cukup variatif, mulai dari putih, hitam, hingga biru. Bagi konsumen yang prioritasnya fitur dan efisiensi, Seres E1 L-Type layak masuk daftar pertimbangan.