MALUKU — Dalam sebuah wawancara dengan kreator konten Tyler Stalman, dua eksekutif Apple dari tim Camera and Photos mengungkapkan detail teknis dan filosofi di balik fitur-fitur AI anyar tersebut. Della Huff, Senior Manager for Camera and Photos Product Marketing, dan Jon McCormack, Vice President of Camera and Photos Software Engineering, menjelaskan bagaimana teknologi ini bekerja.
Mengubah Komposisi Tanpa Mengubah Momen Asli
Spatial Reframing memungkinkan pengguna menggeser perspektif foto yang sudah diambil untuk memperbaiki komposisi. Menurut Huff, fitur ini hanya akan menghasilkan konten baru di area yang mengalami pergeseran perspektif.
"Salah satu tujuan kami untuk fitur ini adalah memungkinkan pergeseran perspektif namun tetap setia pada momen aslinya," jelas Huff dalam wawancara tersebut.
Memperluas Bingkai Foto hingga 25 Persen
Fitur Extend, sementara itu, berfungsi untuk menambahkan ruang di sekitar subjek foto. Ini sangat berguna ketika pengguna ingin meluruskan foto yang miring atau memotong ulang tanpa kehilangan bagian penting dari gambar.
McCormack mengungkapkan bahwa timnya melakukan riset dan pengujian ekstensif untuk menentukan batas maksimal perluasan bingkai. "Kami mengizinkan Anda memperbesar bingkai hingga 25 persen, dan hanya bisa dilakukan satu kali. Anda tidak bisa melakukannya berulang-ulang seperti efek 'Inception' terbalik," ujar McCormack.
Ia menambahkan bahwa fitur ini menjawab dua skenario umum: ketika pengguna memotong foto terlalu rapat sehingga butuh "ruang napas", atau ketika foto memiliki horizon miring dan perlu diputar namun terpotong di tepinya.
Clean Up yang Lebih Cerdas untuk Objek Kompleks
Fitur Clean Up yang sudah ada sebelumnya juga mendapatkan peningkatan signifikan di iOS 27. Huff mengatakan bahwa fitur penghapus gangguan ini kini mampu menangani objek yang lebih kompleks dan tugas yang lebih besar.
"Semua tetap berpegang pada momen asli," tegas Huff, menekankan konsistensi filosofi Apple dalam mengedit foto tanpa membuatnya terlihat palsu.
Memberi 'Kekuatan Super' untuk Semua Pengguna
McCormack merangkum tujuan dari ketiga fitur ini dengan gamblang. Menurutnya, Apple ingin memberikan kemampuan yang sebelumnya hanya dimiliki oleh fotografer profesional yang menguasai "seni gelap" fotografi.
"Apa yang Anda lihat dari tiga fitur ini adalah, kami benar-benar memberi pelanggan kami kekuatan super tahun ini," kata McCormack. "Kami ingin semua orang bisa melakukannya. Pada saat yang sama, kami menjaga integritas momen. Tidak ada yang menjadi palsu, gambar hanyalah gambar yang lebih bersih, gambar yang benar-benar Anda inginkan."
Dampak bagi Pengguna iPhone di Indonesia
Bagi pengguna iPhone di Indonesia, fitur-fitur ini akan sangat membantu dalam mengabadikan momen sehari-hari tanpa perlu aplikasi pengeditan pihak ketiga yang rumit. Kemampuan untuk memperbaiki komposisi dan menghilangkan objek pengganggu secara langsung di aplikasi Photos bawaan sistem operasi menjadi nilai tambah yang signifikan.
iOS 27 sendiri diperkirakan akan dirilis dalam versi stabil pada akhir tahun ini, bersamaan dengan peluncuran jajaran iPhone terbaru. Belum ada informasi resmi mengenai apakah semua fitur ini akan tersedia untuk perangkat lama atau eksklusif untuk model terbaru.