Iran Minta AS Penuhi Tanggung Jawab Implementasi Nota Kesepahaman Damai Usai Negosiasi Islamabad

Penulis: Ramli Siregar  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 15:25:31 WIB
Menteri Luar Negeri Iran menegaskan kewajiban AS dalam implementasi nota kesepahaman damai.

MALUKU — Dalam pernyataan yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi menekankan bahwa AS memiliki kewajiban untuk memastikan implementasi kesepakatan berjalan sesuai klausul yang telah dirundingkan. Ia juga secara spesifik mendesak penghentian total serangan militer Israel terhadap Lebanon sebagai bagian dari komitmen perdamaian yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Proses Negosiasi Islamabad dan Poin-Poin Kesepakatan

Araghchi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengkaji secara mendalam seluruh proses dan klausul yang tercapai dalam putaran negosiasi yang berlangsung di Islamabad, Pakistan. Nota kesepahaman yang disepakati saat ini merupakan pengembangan dari usulan 14 poin yang diajukan Teheran pada tahap awal gencatan senjata.

Dokumen tersebut telah melalui proses pengkajian berulang selama 60 hari terakhir oleh kedua negara. Menurut Araghchi, Iran bersikukuh mempertahankan pendiriannya di tengah berbagai tekanan, pelanggaran gencatan senjata, dan perubahan pendirian yang dilakukan oleh pihak Amerika Serikat selama masa negosiasi.

Peran Mediasi Pakistan dan Dukungan Negara Kawasan

Gencatan senjata antara Iran dan AS mulai berlaku sejak 8 April lalu. Pakistan bertindak sebagai mediator utama dalam negosiasi untuk mengakhiri konflik secara permanen. Dalam percakapan diplomatiknya, Araghchi secara khusus mengapresiasi posisi dan peran yang dimainkan oleh Turki, Iran, dan Mesir dalam mendukung gencatan senjata serta upaya meredakan ketegangan di kawasan.

Para menlu yang dihubungi sepakat untuk melanjutkan konsultasi terkait perkembangan situasi regional dan memperkuat upaya diplomatik demi menjaga stabilitas dan keamanan. Araghchi menyebut koordinasi ini sebagai langkah krusial untuk menekan AS agar konsisten pada komitmennya.

Tahap Lanjutan: Perundingan Komprehensif 60 Hari ke Depan

Menyusul penandatanganan nota kesepahaman perdamaian, Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan memulai serangkaian perundingan lanjutan dalam kurun waktu 60 hari ke depan. Putaran baru ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan komprehensif terhadap isu-isu yang hingga kini belum mencapai kata sepakat antara kedua pihak.

Meski detail klausul teknis belum dipublikasikan secara resmi oleh kedua negara, permintaan Iran agar AS bertanggung jawab penuh atas implementasi kesepakatan menandakan adanya kerentanan dalam proses perdamaian yang baru terjalin. Desakan Teheran ini juga menjadi sinyal bahwa kepercayaan terhadap Washington masih rendah di tengah sejarah panjang ketegangan bilateral.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top