MALUKU — Raksasa game asal Amerika Serikat, Electronic Arts (EA), kini memiliki divisi khusus yang fokus mendorong pendapatan dari iklan dalam gim. Melalui EA Advertising, perusahaan membuka peluang bagi merek-merek besar untuk beriklan langsung di dalam ekosistem gim seperti EA Sports FC, Madden NFL, The Sims, dan skate. Langkah ini bukan sekadar eksperimen—EA sudah mengamankan mitra awal seperti Visa, Lowe's, Red Bull, Xfinity, Peacock, dan Mountain Dew.
Dalam siaran resminya, EA Advertising menawarkan berbagai format iklan yang lebih dari sekadar banner. Brand bisa memasang iklan melalui "tantangan dalam gim, misi berbasis hadiah, dan konten bermerek." EA juga menyediakan "item vanity terkurasi" untuk meningkatkan keterlibatan pemain dengan brand tertentu.
Untuk gim olahraga, iklan bisa muncul di papan iklan digital, papan skor, dan siaran langsung pertandingan—seperti yang sudah terlihat di EA Sports FC 26. Ada pula EA Sports Partner Program, program kemitraan yang memungkinkan brand berpartisipasi lebih dalam, tidak hanya di dalam gim tapi juga di acara dan pengalaman dunia nyata.
Dorongan EA untuk serius di bisnis iklan ini tidak lepas dari kondisi keuangan perusahaan. Dalam laporan fiskal terbaru tahun 2026, EA mencatat pendapatan bersih lebih dari USD 7,5 miliar (sekitar Rp 123,7 triliun). Dengan basis pemain yang besar dan data kebiasaan bermain yang kaya, EA melihat peluang besar untuk mengonversi perhatian pemain menjadi pendapatan iklan berkelanjutan.
Beberapa brand yang sudah bekerja sama, seperti Visa dan Mountain Dew, telah memperkenalkan konten bermerek melalui kostum tim dalam gim, misi khusus, dan siaran langsung. Ini menunjukkan bahwa iklan dalam gim tidak lagi sekadar spanduk statis, melainkan bagian dari pengalaman bermain.
Bagi pemain, kehadiran EA Advertising berarti iklan akan semakin terintegrasi dalam gim yang mereka mainkan. Meski EA mengklaim iklan ini dirancang agar tidak mengganggu, pemain mungkin akan melihat lebih banyak konten bermerek di menu utama, seragam tim, atau tantangan harian. Belum ada pernyataan resmi apakah pemain bisa mematikan iklan tersebut atau apakah akan ada opsi berbayar untuk pengalaman bebas iklan.
Di Indonesia, gim seperti EA Sports FC dan The Sims memiliki basis penggemar yang cukup besar. Jika iklan ini menyasar pasar global, bukan tidak mungkin pemain lokal akan melihat kampanye dari brand multinasional di dalam gim mereka dalam waktu dekat.
EA bukan satu-satunya penerbit game yang serius dengan iklan dalam gim. Sebelumnya, perusahaan seperti Ubisoft dan Activision juga telah menjajaki model serupa, meski dengan pendekatan yang berbeda. Namun, dengan membentuk divisi khusus, EA menunjukkan komitmen jangka panjang untuk menjadikan iklan sebagai pilar pendapatan utama, bukan sekadar eksperimen tambahan.
Ke depannya, pemain mungkin harus terbiasa melihat logo brand favorit mereka di lapangan virtual atau di dinding rumah Sims—selama tidak mengganggu pengalaman bermain, tentu saja.