Raih Enam Penghargaan di APQA 2026, PGE Buktikan Inovasi Panas Bumi Ciptakan Pendapatan Baru

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 00:42:32 WIB
PGE raih enam penghargaan di APQA 2026 melalui inovasi panas bumi yang ciptakan pendapatan baru.

MALUKU — Tiga gugus inovasi yang meraih predikat tertinggi adalah KATRILI, SIBERIAN GUYS, dan i-TECS. KATRILI menyabet Platinum lewat inovasi pemanfaatan endapan silika dari fluida panas bumi di Area Lahendong menjadi Booster Nanosilika Cair. Terobosan ini tidak hanya meningkatkan keandalan operasi, tetapi juga mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomis.

Sementara itu, gugus SIBERIAN GUYS meraih penghargaan untuk inovasi AUTOCYD (Autonomous Cyber Defense), yang memperkuat pertahanan siber perusahaan. Adapun i-TECS mengembangkan aplikasi digital untuk memonitor sistem tata kerja yang lebih transparan dan efisien. Ketiganya mencerminkan komitmen PGE mengintegrasikan teknologi ke dalam setiap lini bisnis.

Direksi: Inovasi Bukan Sekadar Lomba

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan, inovasi harus berdampak nyata pada bisnis. "Bagi kami, inovasi bukan sekadar untuk memenangkan kompetisi, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang sumber pendapatan baru bagi perusahaan," ujarnya dalam siaran resmi.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menambahkan, tantangan terbesar bukanlah meraih penghargaan, melainkan mempertahankan dan meningkatkan standar. "Di PGE, inovasi bukan sekadar program atau kewajiban, melainkan bagian dari cara kami bekerja. Karena itu, kami terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya meningkatkan kinerja operasional, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah nyata," kata Andi.

Kinerja Operasi Tumbuh 15,22% di Kuartal I-2026

Capaian inovasi ini beriringan dengan kinerja operasional yang positif. Sepanjang kuartal I-2026, PGE mencatat pertumbuhan produksi listrik sebesar 15,22 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi 1.370 gigawatt hour (GWh). Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang 1.932 MW.

Dari total itu, 727 MW dioperasikan langsung oleh PGE, sementara 1.205 MW dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama. Porsi ini setara dengan sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional, menjadikan PGE sebagai pemain kunci dalam transisi energi hijau Indonesia.

ESG Tertinggi dan PROPER Emas Beruntun

Komitmen keberlanjutan PGE juga diakui di level global. Perusahaan meraih skor ESG tertinggi di Indonesia dengan nilai 7,1 dari Sustainalytics. Pada April lalu, PGE Area Kamojang menyabet PROPER Emas ke-15 kali berturut-turut, sementara PGE Area Ulubelu meraih penghargaan serupa untuk ke-4 kalinya dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan-penghargaan ini memperkuat posisi PGE bukan hanya sebagai perusahaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, tetapi juga sebagai produsen panas bumi kelas dunia yang menjadikan inovasi sebagai mesin pertumbuhan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top