MALUKU — Gempa tektonik yang berpusat di darat dengan kedalaman dangkal itu terjadi pada Senin (15/4) sore. Guncangan terasa kuat hingga ke Kota Palu dan beberapa kabupaten tetangga. Warga berlarian keluar rumah saat gempa berlangsung sekitar pukul 15.30 WITA.
Data sementara BPBD Sulteng menunjukkan kerusakan rumah terkonsentrasi di Kecamatan Dolo, Dolo Barat, Marawola, dan Kinovaro. Sebagian besar bangunan yang roboh merupakan rumah tinggal dengan konstruksi semi-permanen. Tim reaksi cepat masih melakukan verifikasi di lapangan karena akses jalan ke beberapa desa terputus akibat longsor susulan.
"Kami masih mengumpulkan data detail dari setiap desa. Angka kerusakan bisa bertambah," ujar Kepala BPBD Kabupaten Sigi, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Pihaknya mengerahkan 60 personel untuk membantu evakuasi dan pencarian kemungkinan korban lain.
Ribuan warga memilih mengungsi ke tempat terbuka karena khawatir terjadi gempa susulan. BPBD mencatat setidaknya 1.200 jiwa mengungsi di tenda darurat dan halaman kantor desa. Sebagian besar warga masih trauma dengan gempa dan tsunami Palu 2018 yang menewaskan ribuan orang.
Pasokan logistik mulai didistribusikan sejak malam hari. Bantuan berupa makanan siap saji, selimut, dan terpal dikirim dari gudang BPBD Provinsi Sulteng. Pemerintah daerah juga menyiagakan posko kesehatan di tiga titik pengungsian.
Proses evakuasi dan pendataan terkendala kondisi jalan yang rusak di beberapa titik. Longsoran material menutup akses menuju Desa Tuva dan Desa Bulubete di Kecamatan Dolo. Alat berat dikerahkan untuk membuka jalur logistik sejak Selasa pagi.
PLN juga memutus aliran listrik sementara di wilayah terdampak untuk mengantisipasi korsleting. Jaringan listrik diperkirakan pulih dalam 1x24 jam setelah proses perbaikan selesai. Hingga berita ini diturunkan, gempa susulan tercatat 12 kali dengan magnitudo di bawah 4,0.
Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Langkah ini memungkinkan mobilisasi anggaran dan sumber daya secara cepat untuk penanganan bencana.