MALUKU — Kampung Sublele yang berada di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, selama musim kemarau kerap mengalami krisis air. Warga harus berjalan jauh atau mengandalkan pasokan air bersih yang terbatas. Sumur bor ini diharapkan memutus rantai kesulitan itu secara permanen.
Direktur Legal and Business Development PPA, Muhammad Affan, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini bukan sekadar proyek sosial temporer. “Kami berharap keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kampung Sublele. Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari,” ujar Affan dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta.
Peresmian sumur bor dihadiri langsung oleh Ketua Umum Seruni KMP Tri Suswati Tito Karnavian, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, serta jajaran pejabat daerah. Tri Suswati berharap masyarakat bisa memelihara fasilitas ini dengan baik. “Semoga dengan dibangunnya fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang,” katanya.
PPA merupakan perusahaan kontraktor tambang yang beroperasi di bawah koordinasi Kementerian ESDM. Program sumur bor ini menjadi salah satu wujud tanggung jawab sosial perusahaan di luar wilayah operasional inti. Selain Sublele, PPA juga menyalurkan bantuan serupa ke sejumlah daerah lain di NTT yang masih menghadapi tantangan ketersediaan air bersih.
Berdasarkan perhitungan potensi manfaat, sumur bor ini mampu melayani kebutuhan air bersih untuk 110 kepala keluarga di Kampung Sublele dan sekitarnya. Warga tidak lagi bergantung pada sumber air permukaan yang rentan kering di musim kemarau atau terkontaminasi.
Momentum peresmian pada 22 Juni lalu menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat. PPA berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih.
Ke depan, perusahaan berencana memperluas program serupa jika kebutuhan di lapangan masih tinggi. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah dalam meningkatkan akses air minum layak bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah timur yang infrastrukturnya masih terbatas.