AMBON — Total produksi HHBK Maluku tercatat 7.874 ton, menurun dibandingkan 9.810,75 ton pada 2023 dan 10.965,50 ton pada 2022 yang menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski turun, pemerintah melihat celah peningkatan melalui pendampingan usaha dan optimalisasi lahan perhutanan sosial.
Komoditas Unggulan: Daun Kayu Putih hingga Rotan yang Belum Produktif
Kepala Dishut Maluku Haikal Baadila menyebutkan, komoditas HHBK yang dikembangkan meliputi daun kayu putih, damar kopal, kemendangan, dan rotan. Data terbaru menunjukkan daun kayu putih mendominasi dengan 6.000 ton, disusul kemendangan 1.093 ton, dan damar kopal 781 ton.
Rotan, yang selama ini menjadi sumber pendapatan masyarakat di sejumlah kawasan hutan, belum tercatat berproduksi pada tahun tersebut. "Kami berkomitmen melalui berbagai program dan kegiatan untuk meningkatkan produksi hasil hutan bukan kayu yang berasal dari Kelompok Tani Hutan pemegang izin perhutanan sosial," ujar Haikal di Ambon, Jumat.
Strategi Pemprov: Bukan Sekadar Volume, Tapi Kualitas dan Pasar
Penguatan sektor HHBK tidak hanya diarahkan pada peningkatan volume produksi. Dishut Maluku juga fokus pada perbaikan kualitas hasil, pengolahan pascapanen, dan perluasan akses pasar.
"Melalui penguatan kelembagaan Kelompok Tani Hutan, peningkatan kemampuan produksi, dan pengembangan nilai tambah komoditas, kami berharap HHBK dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan di Maluku," kata Haikal.
Potensi Ekonomi Tanpa Mengorbankan Kelestarian Hutan
Pengembangan HHBK menjadi fokus pemerintah daerah karena dinilai mampu memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat tanpa mengurangi fungsi kelestarian hutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sumber daya hutan yang produktif dan berkelanjutan hingga 2029.
Dishut Maluku mencatat, produksi HHBK sempat mencapai puncak pada 2022 dengan 10.965,50 ton. Pemerintah optimistis tren penurunan bisa dibalik melalui penguatan kapasitas kelompok tani dan pendampingan usaha secara berkelanjutan.