AMBON — Sebanyak 120.396 kepala keluarga (KK) di Kota Ambon ditargetkan masuk ke dalam sistem data tunggal penerima bantuan sosial melalui aplikasi Perlinsos. Hingga saat ini, data yang berhasil dihimpun baru mencapai sekitar 320 KK atau 2,51 persen dari target, menempatkan Ambon di peringkat ke-11 dari 43 daerah uji coba di Indonesia.
Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Wendy Pelupessy, mengungkapkan tim lapangan telah turun sejak sepekan terakhir untuk melakukan pendataan langsung ke masyarakat.
“Kita genjot pendataan lewat uji coba aplikasi Perlinsos. Tim sudah turun sejak minggu kemarin,” ujarnya di Ambon, Jumat (10/7/2026).
Selama ini, penyaluran bansos mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, dalam praktiknya masih dijumpai penerima yang kondisi ekonominya telah membaik tetapi tetap tercatat. Sebaliknya, warga yang layak menerima bantuan justru belum masuk basis data.
Melalui aplikasi Perlinsos, Pemkot Ambon melakukan pemutakhiran data seluruh kepala keluarga, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan semua lapisan masyarakat. Aplikasi nantinya akan menilai kelayakan penerima berdasarkan kondisi sosial ekonomi terkini hasil pendataan.
Kota Ambon menjadi satu dari 44 kabupaten/kota yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai lokasi uji coba. Ambon tergabung dalam Regional VI. Pada Senin mendatang, tim dari pemerintah pusat dijadwalkan tiba untuk melakukan uji petik di Kelurahan Nusaniwe dan Desa Wayame.
Selain melakukan pemutakhiran data, aplikasi Perlinsos juga menyediakan mekanisme sanggahan bagi masyarakat yang merasa layak menerima bantuan tetapi belum tercantum sebagai penerima.
Pemerintah menargetkan aplikasi Perlinsos dapat diluncurkan pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027 setelah seluruh tahapan uji coba selesai. Wendy berharap, melalui proses ini penyaluran bantuan sosial ke depan menjadi lebih tepat sasaran.