AMBON — Seorang warga Batu Merah, Kota Ambon, Firma Reza (34), baru saja menjalani operasi hernia dengan biaya ditanggung penuh oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pria tersebut mengaku sempat mengabaikan rasa sakit yang dirasakannya sebelum akhirnya harus menjalani tindakan medis darurat.
Firma mengaku gejala awal berupa nyeri dada, pusing, sesak napas, serta mual dan muntah. Ia kemudian mengambil nomor antrean melalui Aplikasi Mobile JKN dan memeriksakan diri ke Puskesmas.
“Awalnya saya mengambil nomor antrean melalui Aplikasi Mobile JKN. Kemudian saya diperiksa di Puskesmas karena merasakan nyeri dada, pusing, sesak napas, serta mual dan muntah,” ungkap Firma, Selasa (17/3/2026).
Setelah pemeriksaan awal di Puskesmas, Firma dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Ambon untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk cek darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat benjolan di bagian bawah perut yang memerlukan tindakan operasi segera.
“Satu hari setelah menjalani pemeriksaan darah, saya langsung menjalani tindakan operasi. Saya hanya mengikuti anjuran dokter, dan alhamdulillah seluruh tindakan operasi berjalan lancar,” katanya.
Firma mengaku sangat bersyukur karena kepesertaan JKN miliknya dalam kondisi aktif saat sakit menyerang. Ia menilai program pemerintah itu sangat membantu masyarakat tanpa terbebani biaya besar.
“Seperti yang saya alami, sakit bisa datang secara tiba-tiba tanpa mengenal usia atau golongan. Dalam kondisi seperti ini, Program JKN sangat berperan. Tidak dapat dibayangkan jika saat itu kepesertaan JKN saya dan keluarga tidak aktif, tentu kami akan kesulitan mencari biaya pengobatan,” ungkapnya.
“Namanya juga laki-laki, kalau merasa sakit masih bisa ditahan, sering kali diabaikan tanpa menyadari bahwa dampaknya bisa sangat serius hingga harus menjalani operasi. Beruntung ada Program JKN sehingga saya bisa lebih tenang menghadapi kondisi ini,” ujar Firma.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya mendaftar sebagai peserta JKN, tetapi juga memastikan status kepesertaan tetap aktif. “Memastikan diri dan keluarga terlindungi dalam jaminan kesehatan merupakan tanggung jawab besar. Tidak ada yang tahu kapan sakit akan datang,” pungkasnya.