AMBON — Prakiraan cuaca untuk Kota Ambon pada Senin (20/7/2026) menunjukkan langit akan didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal sejak pagi. BMKG tidak memasukkan Ambon dalam daftar wilayah yang diprediksi mengalami hujan ringan maupun sedang pada hari itu.
Kendati demikian, prakirawan BMKG Nurul Iza Fitria mengingatkan bahwa daerah pelambatan angin atau konvergensi masih terbentuk di sejumlah wilayah Indonesia timur. "Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah berada pada musim kemarau, daerah pelambatan angin atau konvergensi diprediksi terbentuk di sebagian besar wilayah Sumatera, kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, di Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Sulawesi, Papua Tengah, dan di Papua Pegunungan," kata Nurul dalam keterangan resmi.
Potensi Hujan di Kota Sekitar Ambon
Kondisi cuaca di kawasan Indonesia timur tidak seragam. Sejumlah kota seperti Mamuju, Palu, Manado, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke justru diprakirakan mengalami hujan ringan. Sementara itu, Ternate, Sorong, dan Nabire diperkirakan mengalami kondisi serupa dengan Ambon, yakni berawan hingga berawan tebal.
BMKG menyebut daerah pertemuan angin atau konfluensi diprediksi terbentuk di Laut Filipina dan Samudra Pasifik sebelah utara Papua. "Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi dan juga konfluensi tersebut," ujar Nurul.
Aktivitas Warga dan Antisipasi Cuaca
Bagi pekerja lapangan, pedagang, dan pelajar di Ambon, pemantauan kondisi langit sebelum berangkat menjadi langkah tepat. Tutupan awan tebal dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan, terutama jika disertai angin kencang.
Sebagai kota kepulauan, Ambon memiliki interaksi kuat antara daratan dan perairan. Perbedaan pemanasan permukaan darat dan laut dapat memicu pembentukan awan lokal yang tidak selalu tercakup dalam prakiraan harian. Masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan cuaca akan tetap kering sepanjang hari.
Pemeriksaan prakiraan jangka pendek atau informasi per jam dapat membantu warga mengetahui apakah tutupan awan bertahan atau berpotensi berkembang menjadi hujan pada siang hari.