AMBON — Politeknik Negeri Ambon (Polnam) resmi memulai pembangunan Gedung Kuliah Terpadu melalui seremoni groundbreaking yang digelar di kampus setempat. Proyek ini diharapkan menjawab kebutuhan ruang belajar representatif bagi ribuan mahasiswa vokasi di Maluku.
Gedung baru ini dirancang untuk menampung kapasitas hingga 2.000 mahasiswa. Selama ini, Polnam mengelola puluhan program studi dengan jumlah mahasiswa yang terus bertambah setiap tahun, namun fasilitas perkuliahan belum sepenuhnya memadai.
Spesifikasi Gedung: Tiga Lantai untuk Ruang Kelas dan Laboratorium
Gedung Kuliah Terpadu dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare di area kampus Polnam, Kota Ambon. Bangunan akan terdiri dari tiga lantai yang mencakup ruang kelas modern, laboratorium terpadu, serta ruang dosen dan administrasi.
Pembangunan menggunakan skema anggaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tahap konstruksi ditargetkan rampung dalam 12 bulan ke depan.
Mengapa Gedung Ini Mendesak?
Polnam merupakan satu-satunya politeknik negeri di Provinsi Maluku. Dalam lima tahun terakhir, jumlah pendaftar mencapai 5.000 orang per tahun, namun daya tampung terbatas. Banyak calon mahasiswa dari daerah kepulauan seperti Seram, Buru, dan Maluku Tenggara harus bersaing ketat untuk mendapatkan kursi.
Direktur Polnam, Dr. Ir. M. J. L. S. Tetelepta, M.T., menyebutkan bahwa gedung baru ini akan mengakomodasi program studi unggulan seperti Teknik Informatika, Akuntansi, dan Teknik Mesin. "Kami ingin lulusan Polnam tidak hanya siap kerja, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja di Maluku," ujarnya dalam sambutan saat acara.
Fakta Singkat: Politeknik Negeri Ambon
- Didirikan tahun 2001, kini memiliki 12 program studi
- Jumlah mahasiswa aktif: sekitar 3.500 orang (2024)
- Rasio ruang kelas saat ini: 1:60 (satu kelas untuk 60 mahasiswa)
- Target setelah gedung baru beroperasi: rasio 1:30
Dampak bagi Pendidikan Vokasi Maluku
Pendidikan vokasi di Maluku selama ini menghadapi tantangan geografis. Banyak sekolah menengah kejuruan (SMK) di daerah terpencil yang lulusannya sulit melanjutkan ke perguruan tinggi karena jarak dan biaya. Polnam, sebagai institusi vokasi negeri, menjadi jembatan utama.
Dengan tambahan gedung kuliah, Polnam berencana membuka program studi baru yang sesuai dengan potensi ekonomi lokal, seperti Teknologi Hasil Perikanan dan Pariwisata Bahari. Hal ini sejalan dengan visi Pemprov Maluku yang mendorong hilirisasi sumber daya laut.
Jadwal dan Target Penyelesaian
Proses konstruksi dimulai pada pekan ini setelah seluruh dokumen perencanaan rampung. Kontraktor pelaksana telah ditunjuk melalui proses lelang terbuka. Pihak Polnam menargetkan gedung dapat digunakan pada awal tahun ajaran 2026.
Selama pembangunan, kegiatan perkuliahan tetap berlangsung di gedung eksisting. Manajemen kampus telah menyiapkan skema penggunaan ruang secara bergilir agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.