TUAL — Wali Kota Tual A. Yani Renuat dinilai berhasil membangun kepercayaan Pemerintah Pusat hingga Kementerian Kesehatan mengucurkan anggaran ratusan miliar untuk pembangunan RSUD Maren H. Noho Renuat. Proyek ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) dan saat ini konstruksi tengah berjalan.
Berdasarkan data yang diperoleh Tribun Maluku, Kamis (28/5/2026), nilai kontrak pembangunan rumah sakit tersebut sebesar Rp167,08 miliar dengan waktu pelaksanaan 296 hari kalender. Sebelum dilantik, Wali Kota Tual Hi. A. Yani Renuat telah bertemu Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono pada Selasa (18/2/2025) untuk membahas kelanjutan proyek ini.
Komitmen Kemenkes: Rp190 Miliar Dialokasikan untuk Fasilitas Kesehatan Tual
Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Kesehatan menyampaikan komitmennya mendukung peningkatan fasilitas kesehatan di Kota Tual dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp190 miliar. Dari jumlah itu, terealisasi kontrak senilai Rp167,08 miliar untuk pembangunan RSUD Maren H. Noho Renuat.
Wali Kota Tual yang disapa AYR disebut menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Proyek ini diharapkan dapat berjalan lancar sesuai target.
Konsep Design and Build: 10 Hektare Lahan untuk Rumah Sakit Modern
RSUD Maren H. Noho Renuat berdiri di atas kawasan seluas lebih dari 10 hektare di Kecamatan Dullah Utara. Pembangunan rumah sakit ini menggunakan konsep Design and Build yang memungkinkan proses perencanaan dan konstruksi berjalan terintegrasi.
Konsep tersebut diterapkan untuk memastikan kualitas bangunan, efektivitas pelaksanaan pekerjaan, serta optimalisasi fungsi layanan kesehatan yang akan digunakan masyarakat Kota Tual dan sekitarnya.
Fasilitas Lengkap: CT Scan, Cathlab, hingga Kemoterapi
RSUD Maren H. Noho Renuat dirancang sebagai fasilitas kesehatan modern dengan bangunan utama tiga lantai. Beragam layanan medis prioritas akan tersedia di area rumah sakit, antara lain:
- Radiologi, CT Scan, dan Cathlab
- Hemodialisa dan kemoterapi
- Ruang operasi dan ruang intensif
- Laboratorium patologi anatomi
- Ruang rawat inap dan layanan penunjang medis lainnya
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas layanan kesehatan rujukan di wilayah Maluku tanpa ketergantungan tinggi terhadap rumah sakit di luar daerah.
Arsitektur Modern dan Zonasi Fungsional untuk Kenyamanan Pasien
Dari sisi perancangan, proyek ini mengusung konsep arsitektur modern minimalis dan fungsional yang mengedepankan kenyamanan pengguna bangunan. Penataan kawasan dilakukan melalui pembagian zona publik, semi publik, dan privat secara terstruktur.
Area publik dirancang terbuka dan mudah diakses masyarakat, sementara area privat seperti ruang operasi, radiologi, ruang isolasi, hingga ruang intensif ditempatkan secara khusus guna menjaga kenyamanan dan privasi pasien serta tenaga kesehatan.
Perancangan bangunan juga mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan kawasan. Sistem sirkulasi udara, pencahayaan bangunan, pengelolaan limbah, penyediaan air bersih, hingga penataan ruang terbuka dirancang agar mendukung operasional rumah sakit secara optimal sekaligus menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang nyaman dan efisien.