Fenomena adaptasi video game ke film memang mengalami kebangkitan di era 2020-an. Kualitasnya pun disebut lebih baik dibandingkan era sebelumnya, dengan judul-judul seperti trilogi Sonic the Hedgehog yang mendapat pujian kritis dan komersial. Namun, antusiasme itu tidak serta-merta dirasakan oleh komunitas gamer hardcore.
PC Gamer baru-baru ini menggelar polling kepada para pembacanya untuk menjaring pendapat mengenai game apa yang layak diadaptasi ke layar lebar berikutnya. Hasilnya cukup mengejutkan: dari total suara yang masuk, 28 persen responden memilih "Please, no more videogame movies!!" — menjadikannya opsi paling populer.
Deus Ex Puncaki Daftar, Baldur’s Gate 3 dan Diablo Bersaing Ketat
Di luar sentimen kelelahan, masih ada segmen pembaca yang antusias menanti adaptasi baru. Deus Ex menjadi game yang paling banyak dipilih untuk difilmkan, mengalahkan sejumlah kandidat berat lainnya. "Saya pikir kamu bisa membuat film 90 menit yang mendebarkan dari immersive sim ini," tulis jurnalis PC Gamer yang merilis polling tersebut, mengomentari pilihan Deus Ex.
Di posisi kedua, 12 persen responden memilih Diablo sebagai kandidat kuat adaptasi film. Tidak jauh berbeda, Baldur's Gate 3 meraih 11 persen suara. Namun, jurnalis PC Gamer meragukan apakah esensi dari RPG kompleks seperti Baldur's Gate 3 bisa tertangkap dalam format film yang dibintangi aktor papan atas dan efek visual.
Arc Raiders hingga Fortnite: Pilihan Pinggiran yang Tak Populer
Beberapa opsi lain yang disodorkan polling tidak mendapatkan sambutan hangat. Game tembak-mencuri Arc Raiders hanya meraih 5 persen suara, sementara The Sims —yang oleh jurnalis PC Gamer disebut berpotensi menjadi Barbie versi video game— cuma mendapat 2 persen. Paling tragis, hanya 116 responden yang menyatakan ingin melihat film Fortnite.
Meski demikian, jurnalis PC Gamer tetap membela pilihan The Sims. "Kamu belum melihat visinya," tulisnya, merujuk pada bagaimana film Barbie berhasil mentransformasi boneka tanpa kepribadian menjadi salah satu film favoritnya.
17 Persen Pembaca Punya Ide Sendiri, Kini Giliran Kamu Bersuara
Sebanyak 17 persen responden ternyata tidak puas dengan opsi yang disediakan dan memilih menu "ide lain". Kelompok ini disebut memiliki usulan game sendiri yang dinilai lebih layak diadaptasi. Jurnalis PC Gamer pun membuka keran komentar bagi pembaca yang ingin menyampaikan pilihannya —atau bahkan mengkritik daftar polling yang dinilai kurang representatif.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun industri film video game tengah berada di puncak popularitas, sebagian besar penikmat setia game justru merasa jenuh. Pertanyaan besarnya: akankah studio Hollywood mendengar suara mereka, atau justru akan terus memproduksi adaptasi demi mengejar demografi baru?