MALUKU — Kepolisian setempat memasang garis polisi di GOR Satria, Purwokerto, tak lama setelah struktur tribun ambruk. Petugas juga memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kejadian. Kepala daerah Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengonfirmasi total korban luka ringan dan berat mencapai 75 orang.
Enam rumah sakit di wilayah Banyumas menerima pasien, termasuk RS Geriatri, RS Prof. Dr. Margono Soekarjo, dan RS Ananda. “Selain tiga RS tadi juga ke Geriatri, Margono, Ananda,” kata Sadewo saat dikonfirmasi, Minggu.
Detik-Detik Ambruknya Tribun
Kejuaraan Nasional Drift Seri III 2026 berlangsung di GOR Satria saat insiden terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Tribun setinggi sekitar 3,5 meter di sisi timur lintasan roboh ketika dipadati penonton yang ingin menyaksikan aksi para drifter dari area VIP.
Ratusan penonton lain berhamburan menyelamatkan diri setelah struktur runtuh. Panitia kemudian menghentikan pertandingan agar proses evakuasi korban bisa dilakukan secepat mungkin. Tim medis yang sudah bersiaga di lokasi segera memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa menggunakan ambulans.
Kesaksian Saksi: Suara Berdecit Sebelum Runtuh
Sejumlah saksi menduga tribun tidak mampu menahan beban penonton yang membludak. Septiono, salah seorang penonton, mengatakan, “Tribun roboh karena penonton mbludak, sepertinya banyak yang patah tulang.”
Umi (38), pedagang di sekitar arena, mengaku mendengar suara tidak biasa sebelum kejadian. “Sebelum kejadian berlangsung, sempat terdengar suara berdecit, lantas tiba-tiba ratusan kursi tribun roboh,” katanya.
Acara Dihentikan, Sterilisasi Lokasi Dilakukan
Akibat insiden tersebut, rangkaian Kejurnas Drift Seri III 2026 di GOR Satria Purwokerto dihentikan sementara. Proses evakuasi dan penyelidikan masih berlangsung hingga Minggu malam. Polisi juga melakukan sterilisasi area untuk memastikan tidak ada korban lain yang terjebak atau risiko susulan.