PURWAKARTA — Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Lessy, mengingatkan kembali misi kelahiran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di hadapan para kader yang mengikuti Latihan Kader II (LK2) HMI Cabang Purwakarta. Ia menegaskan organisasi yang didirikan Lafran Pane pada 5 Februari 1947 itu memiliki tujuan yang jauh lebih besar dari sekadar urusan administratif kampus.
"HMI tidak dibangun untuk memenuhi statistik kelulusan atau sekadar ruang administratif kampus. HMI lahir untuk sesuatu yang jauh lebih besar: melahirkan pemimpin umat dan bangsa," tegas Umar di hadapan peserta, Senin (8/6/2026).
Dua Misi Besar Sejak 1947 yang Tak Pernah Berubah
Dalam sambutannya, Umar mengupas kembali konteks historis kelahiran HMI yang terjadi di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, sejak awal organisasi ini mengemban dua misi yang tetap relevan hingga hari ini.
Pertama, mempertahankan Republik Indonesia. Kedua, mempertinggi derajat rakyat dan menegakkan ajaran Islam. Umar menekankan bahwa kedua misi tersebut berjalan beriringan dan tidak bisa dipisahkan.
"HMI tidak pernah memisahkan keislaman dan keindonesiaan. Keduanya adalah satu tarikan napas yang sama," ujarnya.
Kader Jangan Jadi Penonton Sejarah Bangsa
Umar yang hadir mewakili Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan pesan khusus kepada para peserta LK2. Ia meminta agar kader HMI tidak menjadi penonton dalam perjalanan bangsa.
"Kader HMI harus tampil di garis depan sebagai pelaku dan penentu arah bangsa," katanya.
Pembukaan LK2 HMI Cabang Purwakarta ini menjadi salah satu agenda kaderisasi organisasi yang telah berusia lebih dari tujuh dekade tersebut. Umar berharap kegiatan ini mampu melahirkan kader-kader yang siap memimpin di berbagai sektor, baik di tingkat lokal maupun nasional.