JAKARTA — IHSG kembali tertekan ke bawah level psikologis 6.100 pada pembukaan perdagangan Selasa (23/6). Indeks turun 0,33 persen, sementara LQ45 ikut melemah 0,34 persen ke posisi 597,19.
Ancaman Turun Kasta Pasar Modal dan Peringkat Utang
Dua keputusan besar dinanti pelaku pasar dalam pekan ini. Pertama, MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6) pagi. Keputusan ini akan menentukan apakah Indonesia tetap bertahan di kategori Emerging Market atau justru diturunkan ke Frontier Market.
Kedua, S&P Global Standards dijadwalkan merilis evaluasi peringkat utang pemerintah Indonesia pada akhir Juni 2026. Hasil penilaian ini menjadi acuan utama bagi investor asing dalam menilai risiko berinvestasi di Indonesia.
Kekhawatiran Independensi BI Menguat
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengungkapkan, investor juga mencermati perubahan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah kewajiban Bank Indonesia memperoleh persetujuan DPR dalam menetapkan anggaran tahunannya.
“Hal ini menimbulkan kekhawatiran investor akan masalah independensi BI sebagai bank sentral,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Selain itu, UU P2SK juga membuka peluang Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, hingga Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia.
Konflik Timur Tengah dan Sikap Hati-hati Bank China
Dari eksternal, gejolak geopolitik di Timur Tengah masih membayangi. Pertempuran baru antara Israel dan Lebanon pada akhir pekan lalu serta perkembangan perundingan perdamaian yang diklaim Amerika Serikat dengan Iran di Swiss turut menekan sentimen risiko global.
Sementara itu, Bank Sentral China (PBoC) kembali mempertahankan suku bunga pinjaman pada rekor terendah sepanjang masa selama 13 bulan berturut-turut. Suku bunga tenor 1 tahun tetap di level 3 persen dan tenor 5 tahun di 3,5 persen.
“Langkah ini mencerminkan kebijakan yang masih hati-hati di tengah ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah,” tambah Ratna.
Level Kritis: Jika IHSG Jebol 6.100, Siap-siap ke 6.000
Ratna menjelaskan, pergerakan IHSG ke depan sangat bergantung pada level penutupan hari ini. “Jika IHSG ditutup di bawah level 6.100, maka berpeluang akan menguji level psikologis di 6.000. Namun, jika masih bertahan ditutup di atas level 6.100, diperkirakan konsolidasi IHSG masih akan berlanjut di kisaran 6.050-6.220,” paparnya.
Pada perdagangan Senin (22/6), bursa Eropa mayoritas menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,35 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,72 persen, dan DAX Jerman naik 0,62 persen. Sementara itu, Wall Street libur nasional. Bursa Asia pagi ini mayoritas melemah, dengan Nikkei turun 1,15 persen dan Hang Seng melemah 0,96 persen.