MALUKU — Laga hidup-mati di Houston ini mempertemukan Brasil dan Jepang dalam sistem gugur Piala Dunia 2026. Tim Samba datang dengan modal kemenangan 3-0 atas Skotlandia di laga sebelumnya, di mana Neymar turun selama 15 menit lebih di babak kedua.
Kondisi Neymar Meningkat Signifikan dalam Sepekan
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Ancelotti membeberkan perkembangan kondisi pemain nomor 10-nya. Ia mengakui ada lompatan positif dalam masa pemulihan Neymar selama sepekan terakhir.
"Dalam sepekan terakhir, perkembangan kondisinya sangat signifikan. Sebelumnya, sayangnya dia belum bisa bermain lebih dari 15 menit. Namun sekarang kondisinya sudah cukup baik untuk bermain lebih lama," ujar Ancelotti kepada awak media.
Ancelotti Beri Kode Peran Lebih Besar, Bukan Starter
Pernyataan pelatih berusia 65 tahun itu memicu spekulasi bahwa Neymar akan dimainkan lebih awal dari bangku cadangan. Meski begitu, Ancelotti secara eksplisit menyebut sang pemain belum siap mengawali laga sejak menit pertama.
Ini berarti skenario paling realistis: Neymar masuk di babak kedua dengan durasi lebih panjang dari laga sebelumnya. Keputusan ini juga mempertimbangkan intensitas tinggi yang bakal dihadapi Brasil melawan Jepang yang dikenal disiplin secara fisik.
Jepang Bukan Lawan Mudah, Ancelotti Siapkan Mental Tim
Pelatih yang sukses di level klub Eropa itu menekankan pentingnya kesiapan mental menghadapi fase gugur. Ia mengingatkan anak asuhnya bahwa Jepang bukan lawan yang bisa diremehkan.
"Kami membutuhkan mental yang kuat dan keberanian. Kami harus siap menghadapi apa pun yang bisa terjadi dalam pertandingan sistem gugur, termasuk jika laga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu atau adu penalti," tegas Ancelotti.
"Tim ini sudah siap, memiliki motivasi tinggi, dan penuh rasa percaya diri. Namun, setiap pertandingan di turnamen ini selalu berjalan sangat sulit," pungkasnya.
Brasil Waspadai Disiplin Taktik Samurai Biru
Jepang datang ke babak 32 besar dengan reputasi sebagai tim yang sulit ditembus. Pertandingan nanti akan menjadi ujian nyata bagi lini depan Brasil yang masih mencari ritme permainan terbaiknya, terutama tanpa Neymar sejak menit awal.
Keputusan Ancelotti mengatur menit bermain Neymar secara hati-hati menunjukkan prioritas jangka panjang: menjaga kebugaran aset utama Brasil agar bisa tampil maksimal di babak-babak selanjutnya, jika lolos.