AMBON — Pemerintah Kota Ambon menjadikan momentum Harganas 2026 sebagai ajang evaluasi sekaligus penegasan kembali program-program yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Wakil Wali Kota Ely Toisutta menyebut bahwa pemberdayaan ibu-ibu di seluruh kota menjadi salah satu kunci keberhasilan yang dampaknya sudah terasa nyata.
Penurunan Stunting dan Kualitas Posyandu
Salah satu indikator yang disorot adalah angka stunting yang terus menurun. Menurut Ely, capaian ini tidak lepas dari pemantauan rutin dan pembinaan ketat yang dilakukan Tim Penggerak PKK Kota Ambon bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan.
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di setiap Posyandu juga disebut sebagai faktor pendukung. Pemkot memastikan program-program ini berjalan hingga ke tingkat kelurahan dan RT/RW.
Program Pemberdayaan Perempuan Jadi Ujung Tombak
“Peran pemerintah kota sangat jelas dalam memberdayakan ibu-ibu di seluruh Kota Ambon melalui berbagai program yang dieksekusi oleh Tim Penggerak PKK bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan. Dampak positif dari program-program ini sudah sangat nyata dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ely Toisutta dalam sambutannya usai upacara.
Pemkot tidak merinci secara spesifik angka penurunan stunting dalam kesempatan tersebut. Namun, pihaknya menegaskan bahwa skema pemberdayaan keluarga akan terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang, tidak hanya dari sisi kesehatan tetapi juga ekonomi rumah tangga.
Harganas 2026: Momentum Evaluasi Kebijakan Keluarga
Peringatan Harganas tahun ini mengusung semangat penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah. Pemkot Ambon berkomitmen menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Ely menambahkan, seluruh jajaran pemerintahan kelurahan dan kader PKK diminta untuk terus mendata dan mendampingi keluarga berisiko stunting. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga tren positif yang sudah terbangun.