AMBON — Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Ambon bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan modal sosial yang harus terus dipelihara. Hal itu disampaikannya saat membuka dialog lintas agama yang dihadiri puluhan tokoh dari berbagai keyakinan.
“Keberagaman yang dimiliki Kota Ambon bukan alasan untuk terpecah, melainkan modal sosial yang harus terus dipelihara sebagai kekuatan pemersatu dalam membangun daerah,” ujar Ely dalam sambutannya.
Mengapa Deteksi Dini Konflik Diperkuat?
Ely menekankan bahwa perdamaian yang kini dinikmati warga Ambon merupakan hasil perjuangan panjang. Menurutnya, kondisi tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda melalui ruang dialog yang terbuka dan berkelanjutan.
Dialog lintas agama ini, kata dia, menjadi bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila. Terutama dalam menghormati keyakinan setiap warga, menjunjung martabat manusia, serta memperkuat persatuan bangsa.
Bukan Sekadar Slogan
Wawali Ambon menegaskan tema “Meneguhkan Komitmen Nilai-nilai Persaudaraan Par Ambon Pung Bae” bukan sekadar slogan. Ia menyebutnya sebagai panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat persaudaraan.
“Ini panggilan moral bagi kita semua. Jangan sampai keberagaman justru menjadi celah untuk perpecahan,” imbuhnya.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pemkot Ambon berencana menjadikan dialog lintas agama sebagai agenda rutin. Ely berharap forum ini bisa menjadi wadah bagi tokoh agama dan masyarakat untuk saling bertukar informasi, termasuk mendeteksi potensi gesekan sejak dini.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, ia optimistis Kota Ambon tetap menjadi contoh kerukunan di Maluku dan Indonesia Timur.