MALUKU — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dirinya membutuhkan waktu satu bulan untuk menuntaskan evaluasi program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan tersebut ia ajukan dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Evaluasi Menyeluruh dalam 30 Hari ke Depan
Zulkifli Hasan mengungkapkan, tenggat waktu itu diperlukan untuk mengidentifikasi titik-titik kritis dalam pelaksanaan MBG di lapangan. Ia menegaskan akan memetakan kendala distribusi, kualitas gizi, hingga efektivitas anggaran.
“Saya minta waktu satu bulan untuk menyelesaikan persoalan ini. Kami akan evaluasi dan cari solusi terbaik,” ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan pers usai pertemuan.
Latar Belakang Masalah yang Dihadapi MBG
Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah pusat sejak awal tahun ini menghadapi sejumlah kendala operasional. Beberapa daerah melaporkan ketidaktepatan sasaran penerima, keterlambatan pasokan bahan pangan, serta keluhan soal variasi menu yang kurang memenuhi standar gizi.
Persoalan itu membuat efektivitas program dipertanyakan, terutama di wilayah dengan akses logistik terbatas. Pemerintah pun mendorong percepatan perbaikan tata kelola agar manfaat program benar-benar dirasakan kelompok sasaran.
Langkah Tindak Lanjut dan Target Perbaikan
Zulkifli Hasan menyatakan akan membentuk tim teknis lintas kementerian untuk merumuskan rekomendasi perbaikan. Ia memastikan hasil evaluasi akan menjadi dasar penyesuaian kebijakan, termasuk kemungkinan perubahan skema distribusi dan penguatan pengawasan.
“Kami tidak ingin program ini berhenti. Tapi harus diperbaiki agar tepat sasaran dan tepat gizi,” kata Zulkifli Hasan.
Presiden Prabowo, menurut Zulkifli Hasan, memberikan arahan agar proses evaluasi berjalan transparan dan melibatkan masukan dari pemerintah daerah. Keputusan akhir terkait perubahan mekanisme program akan diumumkan setelah masa evaluasi satu bulan rampung.