AMBON — Rombongan Forkopimda Maluku mengecek setiap titik lokasi yang akan digunakan Presiden RI dalam agenda groundbreaking Blok Masela, mulai dari panggung VVIP, jalur kedatangan dan kepulangan, pusat media, hingga jalur evakuasi. Kepastian ini disampaikan Kapolda Maluku setelah meninjau langsung kesiapan teknis dan operasional di lapangan.
“Kami kembali turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh aspek pengamanan kunjungan Presiden Republik Indonesia telah siap dan setiap potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak dini,” tegas Dadang Hartanto di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, KKT.
Mengapa Pengamanan Groundbreaking Blok Masela Jadi Prioritas?
Proyek ladang gas Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diproyeksikan memperkuat ketahanan energi nasional. Polda Maluku telah menerapkan sistem pengamanan berlapis yang didukung deteksi dini, pemetaan potensi kerawanan, dan penguatan koordinasi lintas sektoral.
Seluruh skenario pengamanan dikaji kembali, termasuk pengamanan terbuka dan tertutup, pengamanan jalur, serta kesiapsiagaan personel TNI-Polri di setiap titik strategis. Sinergi antara TNI, Polri, Paspampres, SKK Migas, dan PT INPEX Masela Ltd menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan ini.
Dampak Ekonomi di Balik Agenda Kenegaraan
Menurut Kapolda, groundbreaking Blok Masela bukan sekadar agenda kenegaraan, tetapi momentum strategis yang akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia. “Keamanan merupakan fondasi utama investasi. Ketika situasi kamtibmas terjaga, pembangunan dapat berjalan sesuai rencana, lapangan kerja terbuka, dan manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Polda Maluku memastikan seluruh personel yang terlibat telah diberikan arahan untuk bertugas secara profesional, responsif, dan humanis sesuai standar pengamanan VVIP. Evaluasi terhadap pola pengamanan dilakukan guna memastikan koordinasi antarinstansi berjalan optimal.
Langkah Konkret di Lapangan
Peninjauan yang dilangsungkan di Site Shelter PT INPEX Masela Ltd ini merupakan tahap akhir untuk memastikan kesiapan seluruh aspek, mulai dari pengamanan objek vital nasional hingga fasilitas kesehatan. Kapolda menegaskan, seluruh hasil rapat koordinasi harus benar-benar telah diterapkan sehingga pelaksanaan groundbreaking dapat berlangsung aman dan lancar.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat dan dunia usaha bahwa Maluku merupakan daerah yang aman, kondusif, dan siap menjadi pusat pengembangan investasi strategis nasional,” pungkas Dadang Hartanto.