Pencarian

Setelah 30 Tahun Ditunggu, Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Blok Masela di Maluku Secara Virtual, Janji Segera ke Tanimbar

Kamis, 16 Juli 2026 • 17:59:01 WIB
Setelah 30 Tahun Ditunggu, Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking Blok Masela di Maluku Secara Virtual, Janji Segera ke Tanimbar
Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar secara virtual dari Jakarta.

SAUMLAKI — Presiden Prabowo Subianto secara resmi menandai dimulainya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, meski harus dilakukan melalui konferensi video. Kepala negara menyampaikan permohonan maaf karena batal hadir langsung di Desa Lermatang dan berjanji akan mengunjungi Maluku dalam waktu dekat untuk "melunasi utang" kepada masyarakat setempat.

Proyek yang telah direncanakan sejak era 1990-an ini disebut sebagai momentum bersejarah bagi ketahanan energi nasional. "Proyek ini hampir tiga dekade kita tunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," tegas Presiden dalam sambutannya.

Nilai Investasi Rp 326 Triliun dan Target Produksi 9 Juta Ton

Blok Masela dikelola oleh konsorsium yang terdiri dari Inpex Corporation asal Jepang, Petronas Malaysia, dan Pertamina. Nilai investasi proyek ini mencapai 20,9 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp 326 triliun. Pemerintah memproyeksikan fasilitas LNG ini mampu memproduksi lebih dari 9 juta ton LNG beserta produk kondensat setiap tahunnya.

Presiden menegaskan bahwa produksi gas alam cair tersebut akan menjadi penopang utama program hilirisasi dan industrialisasi nasional. "Hilirisasi membutuhkan energi. Dengan proyek seperti ini kita semakin memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transformasi ekonomi Indonesia," ujarnya.

Keharusan Libatkan Tenaga Lokal dan Pengusaha Tanimbar

Dalam arahan yang disampaikan secara virtual, Presiden Prabowo meminta agar pelaksanaan proyek mengutamakan tenaga kerja dari daerah setempat. Ia juga mendorong keterlibatan pengusaha lokal melalui kebijakan afirmatif dan pendampingan dari BUMN, terutama Pertamina.

"Kita ingin semua merasakan dampak dari program ini. Kalau ada pengusaha lokal yang masih kurang kompetensinya, harus dibantu. Harus ada keberpihakan agar manfaat proyek ini benar-benar dirasakan masyarakat setempat," tegas Kepala Negara.

Presiden juga memberikan apresiasi kepada CEO Inpex, Takayuki Ueda, yang dinilainya memiliki komitmen tinggi terhadap Indonesia. "Saya terkesan bahwa Saudara bisa berbahasa Indonesia. Terima kasih Inpex telah menunjuk Saudara Takayuki Ueda memimpin proyek ini," ujarnya.

Indonesia Terbuka untuk Investasi, Namun Bukan Pemimpin yang Naif

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Presiden menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka terhadap kerja sama dengan semua mitra. Namun ia mengingatkan bahwa kerja sama investasi harus saling menguntungkan.

"Indonesia terbuka kepada semua mitra yang ingin bekerja sama dengan saling menguntungkan. Tetapi semua pihak juga harus mengerti bahwa Indonesia sekarang sudah dewasa. Pemimpin-pemimpin Indonesia bukan pemimpin yang bodoh, bukan pemimpin yang naif, dan bukan pemimpin yang penakut," ujarnya.

Menurut Presiden, investor harus mendapatkan kepastian usaha, namun rakyat Indonesia juga harus merasakan manfaat nyata dari pengelolaan sumber daya alam nasional. Proyek LNG Abadi Blok Masela ditargetkan menjadi salah satu motor penggerak pembangunan di Indonesia Timur dan memperkuat kemandirian energi bangsa.

Bagikan
Sumber: terasmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks