AMBON — Delapan ABK KM Teluk Bara selamat setelah kapal kayu bermuatan material bangunan yang mereka tumpangi karam dihantam gelombang tinggi di Perairan Tanjung Alang, Pulau Ambon. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah dievakuasi oleh kapal yacht berbendera Selandia Baru, Salty Dogz, dan kemudian dibawa ke darat oleh tim Basarnas Ambon.
Kronologi Tenggelam: Papan Kapal Terlepas Dihantam Gelombang
KM Teluk Bara bertolak dari Kota Ambon menuju Kabupaten Buru Selatan sekitar pukul 05.00 WIT. Kapal mengangkut material bangunan untuk kebutuhan pembangunan di wilayah tujuan.
Namun, setibanya di Tanjung Alang, kapal dihantam gelombang tinggi. Dampaknya, papan kayu di bagian bawah kapal terlepas sehingga air laut masuk secara deras dan kapal akhirnya karam. Seluruh ABK sempat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam sepenuhnya.
Proses Evakuasi: Ditemukan Kapal Asing Saat Terombang-ambing
Laporan pertama diterima Basarnas Ambon dari seorang warga bernama Isjon Siwalette sekitar pukul 07.35 WIT. Tim rescue langsung dikerahkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) menuju titik koordinat 3°47'3.39"S - 127°59'40.85"E, sekitar 16 nautical mile dari Dermaga BRIN Ambon.
Pencarian menemukan titik terang saat tim darat bersama masyarakat Desa Alang melihat kapal yacht Salty Dogz memutar-mutar di lokasi tenggelam. Tim RBB kemudian berkoordinasi dengan kapal asing tersebut dan menemukan delapan korban dalam keadaan selamat di atas kapal yacht sekitar pukul 11.26 WIT.
"Tim RBB Kantor SAR Ambon berhasil tiba pada kapal yacht dan berhasil menemukan seluruh korban dalam keadaan selamat di atas kapal," kata Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah.
Para Korban Bertahan dengan Bantuan Papan Kayu dan Jerigen
Kepala Basarnas Ambon menjelaskan, para ABK bertahan di permukaan air selama beberapa jam setelah kapal mereka tenggelam. Mereka menggunakan papan kayu dan jerigen air sebagai alat bantu agar tidak tenggelam sebelum akhirnya ditemukan kru kapal Salty Dogz sekitar pukul 10.00 WIT.
Kedelapan korban kemudian dievakuasi dari kapal yacht ke KN SAR Abimanyu milik Basarnas dan dibawa menuju Dermaga BRIN Ambon untuk diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.