Pencarian

Pemkot Ambon Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, 40 Peserta Dibekali Cara Baca Informasi Maritim Sebelum Melaut

Kamis, 30 Juli 2026 • 21:18:31 WIB
Pemkot Ambon Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, 40 Peserta Dibekali Cara Baca Informasi Maritim Sebelum Melaut
perwakilan kelompok nelayan di Kota Ambon mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan yang digelar Pemkot Ambon bersama BMKG Maritim Yos Sudarso Ambon.

AMBON — Sebanyak 40 perwakilan kelompok nelayan di Kota Ambon mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang digelar di Ruang Vlissingen Balai Kota Ambon, Kamis. Program ini diinisiasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Yos Sudarso Ambon bekerja sama dengan Pemkot Ambon.

Nelayan Dipandu Membaca Informasi Cuaca Sebelum Berlayar

Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena menekankan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis bagi Maluku. Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Nelayan adalah para petarung di laut yang mempertaruhkan nyawa demi menghidupi keluarga dan menyediakan pangan bagi masyarakat. Tanggung jawab kita bersama adalah memastikan kapasitas mereka terus meningkat, keselamatan jiwa mereka terlindungi, dan kesejahteraan mereka semakin baik,” ujar Bodewin.

Budaya Sadar Cuaca: Cek BMKG Dulu, Baru Melaut

Bodewin mengimbau para nelayan untuk menjadikan informasi BMKG—mencakup cuaca, arah angin, tinggi gelombang, dan arus laut—sebagai rujukan utama sebelum berlayar. Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut yang kerap dipicu perubahan cuaca mendadak.

“Kita ingin membangun budaya baru di kalangan nelayan, bahwa sebelum melaut harus mengetahui kondisi cuaca dan laut. Informasi yang diberikan BMKG harus dimanfaatkan dengan baik untuk memastikan nelayan pergi melaut dengan aman dan dapat kembali ke rumah dengan selamat,” katanya.

Kegiatan SLCN mengusung tema “Nelayan Hebat, Selamat, Sejahtera”. Bodewin menilai sekolah lapang ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan, meningkatkan literasi informasi, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BMKG, instansi kemaritiman, akademisi, penyuluh, dan kelompok nelayan.

Teknologi Fish Finder dan Pengembangan Kampung Nelayan

Pemkot Ambon juga mendorong penyediaan sarana dan prasarana perikanan, termasuk pemanfaatan teknologi seperti fish finder. Alat ini membantu nelayan menentukan lokasi penangkapan ikan secara lebih efektif dan efisien. Peningkatan kapasitas nelayan dinilai sebagai langkah strategis mendukung program Kampung Nelayan Merah Putih.

BMKG Siapkan Informasi Maritim yang Akurat dan Mudah Diakses

Deputi Bidang Meteorologi BMKG yang diwakili Ketua Tim Kerja Manajemen Koperasi dan Kerja Sama Dalam/Luar Negeri Yuli Kartiningsih mengatakan nelayan kerap menghadapi risiko angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat. Informasi cuaca yang akurat dan mudah dipahami menjadi kunci keselamatan saat melaut.

“Melalui SLCN diharapkan kemampuan nelayan dalam membaca informasi cuaca maritim semakin meningkat, sekaligus para peserta dapat membagikan pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan nelayan lainnya,” kata Yuli.

Kepala BMKG Maritim Yos Sudarso Ambon, Mujahidin menambahkan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sadar cuaca, meningkatkan keselamatan pelayaran, serta mendukung kesejahteraan nelayan melalui pemanfaatan teknologi secara tepat.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks