Pencarian

Warga Negeri Maraina Gotong Royong Bangun Sekolah Darurat dari Bambu dan Daun Rumbia untuk SMPN 126 Maluku Tengah

Senin, 03 Agustus 2026 • 22:09:01 WIB
Warga Negeri Maraina Gotong Royong Bangun Sekolah Darurat dari Bambu dan Daun Rumbia untuk SMPN 126 Maluku Tengah
Warga Negeri Maraina bergotong royong membangun ruang kelas darurat dari anyaman bambu dan atap daun rumbia di SMP Negeri 126 Maluku Tengah.

SERAM UTARA PEGUNUNGAN — Puluhan orang tua murid dan warga Negeri Maraina bahu-membahu mendirikan bangunan darurat di kompleks SMP Negeri 126 Maluku Tengah. Dinding anyaman bambu dan atap daun rumbia menjadi material utama ruang kelas baru tersebut, menggantikan fungsi ruang belajar yang sudah penuh sesak.

Ketua Komite SMP Negeri 126 Maluku Tengah, Markus Rehena, menyebut pembangunan ini merupakan solusi sementara yang lahir dari keprihatinan bersama. Jumlah siswa yang terus bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan ruang kelas permanen di sekolah yang berada di kawasan kaki Gunung Manusela itu.

Keterbatasan Ruang Kelas Tak Boleh Halangi Anak Belajar

Markus menegaskan bahwa kondisi fisik sekolah yang terbatas tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan. Menurutnya, proses belajar mengajar harus tetap berjalan apa pun kondisinya.

“Kami bersama masyarakat berinisiatif membangun ruang belajar darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Ini hanya solusi sementara karena ruang kelas yang ada sudah tidak mencukupi kebutuhan siswa,” kata Markus Rehena.

Pelajar Ikut Angkut Bambu dan Kayu dari Kampung

Semangat gotong royong terlihat sejak proses pembangunan dimulai. Para siswa turun langsung membantu orang tua mereka mengangkut bambu, kayu, dan material lainnya dari kampung menuju lokasi sekolah yang berada di dataran tinggi.

Seorang perwakilan orang tua murid mengungkapkan keterlibatan anak-anak dalam pembangunan ini menjadi bukti kepedulian seluruh warga terhadap masa depan pendidikan di kampung mereka. Meski fasilitasnya sangat terbatas, mereka ingin generasi muda Maraina tetap mendapatkan layanan sekolah yang layak.

“Kami bergotong royong membangun ruang belajar ini agar anak-anak tetap bisa sekolah. Mereka juga ikut membantu mengangkut bahan bangunan karena kami semua ingin pendidikan di kampung ini tetap berjalan,” ujarnya.

Harapan Gedung Permanen ke Bupati Maluku Tengah dan Gubernur

Pembangunan ruang darurat ini hanyalah solusi jangka pendek. Warga berharap pemerintah hadir dengan membangun gedung sekolah permanen yang aman dan nyaman bagi para siswa di wilayah pegunungan Seram Utara.

Masyarakat secara khusus meminta Bupati Maluku Tengah, Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah, hingga Gubernur Maluku meninjau langsung kondisi SMP Negeri 126. Mereka mendesak agar pembangunan gedung sekolah yang representatif menjadi prioritas utama, bukan sekadar program jangka panjang.

Markus Rehena berharap pemerintah kabupaten segera merealisasikan pembangunan ruang kelas baru yang layak. Menurutnya, siswa di daerah pegunungan berhak mendapatkan fasilitas pendidikan setara dengan wilayah lain di Maluku Tengah.

Warga meyakini kehadiran gedung sekolah yang layak akan menjadi investasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda Negeri Maraina serta Kecamatan Seram Utara Pegunungan. Keberadaan infrastruktur pendidikan yang memadai dinilai krusial untuk mendukung pemerataan pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radiodms.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks