Pencarian

Dulang Kuliner 135 Meter Mewarnai Mandi Safar di Negeri Kawa SBB, Bupati Asri Arman Targetkan Jadi Ikon Wisata Maluku

Kamis, 06 Agustus 2026 • 14:40:01 WIB
Dulang Kuliner 135 Meter Mewarnai Mandi Safar di Negeri Kawa SBB, Bupati Asri Arman Targetkan Jadi Ikon Wisata Maluku
Dulang kuliner sepanjang 135 meter memenuhi lokasi perayaan Tradisi Mandi Safar dan Buka Sasi di Negeri Kawa, Seram Bagian Barat.

SBB — Perayaan Tradisi Mandi Safar dan Buka Sasi di Negeri Kawa berlangsung meriah dengan hadirnya deretan dulang berisi aneka kuliner khas yang membentang hingga 135 meter. Ribuan warga yang hadir tak hanya disuguhi prosesi adat, tetapi juga pesta kuliner yang menjadi simbol persatuan masyarakat setempat.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi Buka Sasi yang dipimpin para tokoh adat melalui doa bersama. Ritual ini menandai dibukanya kembali kawasan sasi sebagai wujud penghormatan terhadap kearifan lokal dalam menjaga kelestarian sumber daya laut.

Bukan Sekadar Ritual, tapi Penggerak Ekonomi Warga

Setelah prosesi Buka Sasi, acara dilanjutkan dengan ritual Buka Sasi Ikan dan Mandi Safar. Masyarakat memaknai prosesi ini sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan, penyucian diri, serta doa memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh warga Negeri Kawa.

Perayaan tahunan ini juga menghadirkan tiga kelompok UMKM yang memamerkan sekaligus menjual berbagai kuliner tradisional khas Negeri Kawa. Langkah ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Harapan Pj Kades: Masuk Kalender Wisata SBB

Penjabat Kepala Desa Kawa, Abuhaer Kilwou, berharap tradisi ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat. Ia ingin kegiatan tersebut ditetapkan sebagai agenda wisata budaya tahunan yang memberikan dampak ekonomi lebih luas.

“Tradisi ini adalah identitas masyarakat Negeri Kawa. Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan ini masuk dalam kalender wisata Kabupaten Seram Bagian Barat dan memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Kilwou.

Bupati: Warisan Budaya yang Wajib Dirawat

Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman, menegaskan bahwa Tradisi Mandi Safar dan Buka Sasi bukan sekadar seremoni adat. Ia menyebut warisan budaya ini sarat nilai spiritual, pelestarian lingkungan, dan penghormatan terhadap laut sebagai sumber kehidupan masyarakat.

“Tradisi ini harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda. Selain menjaga nilai budaya, kegiatan ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya Kabupaten Seram Bagian Barat,” kata Asri.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong pengembangan event budaya yang mampu mengangkat potensi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau dikemas secara profesional dan dipromosikan secara berkelanjutan, saya yakin Tradisi Mandi Safar dan Buka Sasi dapat menjadi salah satu agenda unggulan yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah,” tambahnya.

Dihadiri Forkopimda hingga Tokoh Adat

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat Abdul Rauf Latulumahina, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang memadati lokasi.

Perpaduan antara ritual adat, konservasi laut melalui tradisi sasi, pesta kuliner sepanjang 135 meter, serta pemberdayaan UMKM menjadikan Tradisi Mandi Safar dan Buka Sasi sebagai wajah pariwisata berbasis kearifan lokal yang berpotensi menjadi ikon baru Kabupaten Seram Bagian Barat.

Follow maluku24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tribun-maluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks