AMBON — Universitas Pattimura (Unpatti) mengumpulkan dana Rp309.612.000 serta bantuan material berupa 60 dus tegel dan 50 sak semen dalam kegiatan Sehari Berkorban. Dana tersebut khusus dialokasikan untuk mempercepat pembangunan Gereja Kampus Unpatti di Ambon, Maluku.
Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Kampus Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Rektor serta seluruh sivitas akademika atas kontribusi yang diberikan. Menurutnya, pembangunan rumah ibadah ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar kampus.
"Kami mengajak sivitas akademika, alumni, dan seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan sesuai kemampuan dan kerelaan hati. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan menjadi bagian penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan gereja," kata Nur Aida, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan Sehari Berkorban Periode Oktober Himpun Lebih dari Rp59 Juta
Dalam kesempatan yang sama, panitia memaparkan laporan pertanggungjawaban kegiatan Sehari Berkorban periode Oktober. Dana yang berhasil dikumpulkan pada periode tersebut mencapai lebih dari Rp59 juta.
Panitia juga menerima bantuan material dari para dekan serta mitra Universitas Pattimura. Rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana disampaikan kepada para dekan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pembangunan gereja.
Target Gereja Kampus Difungsikan pada Desember 2026
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., berharap pembangunan Gereja Kampus dapat diselesaikan sesuai target. Ia menargetkan rumah ibadah tersebut mulai difungsikan pada Desember tahun ini.
"Dukungan dalam bentuk dana, material, tenaga, maupun doa merupakan wujud nyata kebersamaan dan kepedulian sivitas akademika dalam membangun rumah ibadah yang nantinya menjadi pusat pembinaan kerohanian bagi warga Universitas Pattimura," jelas Rektor.
Rangkaian Ibadah hingga Lelang Lagu Warnai Penggalangan Dana
Rangkaian kegiatan Sehari Berkorban diawali dengan ibadah bersama yang diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Elza Kitu Homa/Persulessy, S.Si., yang mengajak peserta memaknai memberi sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.
Kegiatan ini mengusung tema "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita" (2 Korintus 9:7). Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan penjualan kue, pengumpulan amplop persembahan, dan lelang lagu yang berlangsung meriah serta mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Melalui kegiatan ini, Unpatti berharap semangat memberi dengan sukacita terus tumbuh di kalangan sivitas akademika. Hal ini menjadi fondasi dalam mewujudkan Gereja Kampus sebagai pusat pelayanan dan pembinaan iman bagi generasi mendatang.