AMBON — Eny Jumianti mengaku sempat dilanda rasa gugup luar biasa saat menerima bendera dari Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Sorotan ribuan pasang mata peserta upacara membuat jantung siswi asal Pulau Buru itu berdebar kencang.
"Deg-degan banget pas dikasih bendera oleh Gubernur Maluku, karena semua mata memandang. Jadi deg-degan. Tapi Alhamdulillah bisa menjalankan tugas hingga selesai dengan baik," ujarnya kepada Terasmaluku.com usai upacara.
Kepastian Menit Terakhir Sebelum Berangkat ke Lapangan
Kepastian dirinya dipercaya sebagai pembawa baki justru baru diterima Eny pada Senin pagi, saat rombongan Paskibraka Provinsi Maluku hendak berangkat dari asrama menuju Lapangan Merdeka. Keputusan itu menggantikan Angel Eva Tuhepary, siswi SMA Xaverius Ambon yang sebelumnya disiapkan untuk peran tersebut.
Bagi Eny, kepercayaan yang datang mendadak ini menjadi pengalaman berharga sekaligus kebanggaan tersendiri bagi dirinya dan daerah asalnya, Kabupaten Buru. Ia berhasil menuntaskan tugas penting dalam rangkaian upacara puncak peringatan kemerdekaan di ibukota provinsi.
Latihan Intensif Berbuah Hasil Manis
Keberhasilan ini disebut Eny tidak lepas dari kerja kerasnya selama mengikuti latihan persiapan Paskibraka Provinsi Maluku. Rasa bangga dan haru bercampur menjadi satu ketika ia akhirnya bisa mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan sempurna.
"Sangat bangga, terharu, karena pelatihan selama ini membawa hasil, yaitu berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan sukses," kata Eny.
Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Ambon sendiri berlangsung khidmat dengan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bertindak sebagai inspektur upacara. Eny menjadi salah satu dari puluhan anggota Paskibraka yang bertugas mengawal jalannya pengibaran bendera pusaka pada momen bersejarah tersebut.