MALUKU TENGAH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi signifikan di wilayah tenggara Maluku Tengah pada Senin (24/8/2026). Guncangan tektonik ini tercatat terjadi pukul 17.03 WIB atau sekitar pukul 19.03 WIT.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berlokasi di koordinat 5.01 Lintang Selatan dan 129.68 Bujur Timur. Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer, yang termasuk klasifikasi gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Pusat Gempa di Laut, Getaran Terasa di Wilayah Sekitar
Meski berpusat di laut, getaran gempa dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah pesisir. Namun, BMKG belum merilis data detail mengenai skala intensitas guncangan (MMI) yang dirasakan di permukaan bumi.
“Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” demikian keterangan resmi yang disampaikan BMKG dalam rilis awal terkait kejadian ini. Pernyataan tersebut sekaligus meredam kekhawatiran warga pesisir yang kerap waspada terhadap gelombang tinggi pasca-guncangan besar.
Kedalaman 10 Km: Jenis Gempa Dangkal yang Perlu Diwaspadai
Kedalaman hiposenter yang hanya 10 kilometer menjadikan gempa ini masuk kategori dangkal. Gempa dangkal umumnya memiliki energi getaran yang lebih terasa dibandingkan gempa dalam dengan magnitudo serupa.
Lokasi episenter yang berada di Laut Banda bagian utara memang dikenal sebagai salah satu zona seismik aktif di Indonesia. Pertemuan lempeng tektonik di kawasan ini kerap memicu aktivitas kegempaan dengan intensitas bervariasi.
Imbauan BMKG: Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Menyusul kejadian ini, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Publik diminta untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya terkait gempa susulan maupun potensi bahaya lain.
“Masyarakat diimbau untuk mengikuti pembaruan resmi dari BMKG serta arahan pihak berwenang setempat,” tulis BMKG dalam keterangan resminya. Pihaknya juga meminta warga menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan sebagai langkah antisipasi keselamatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Pihak BPBD setempat masih melakukan pemantauan dan pendataan dampak di lapangan.
Masyarakat di pesisir Maluku Tengah sendiri memang sudah terbiasa dengan aktivitas seismik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat karakteristik gempa dangkal yang getarannya bisa lebih merusak jika berdekatan dengan permukiman.