Dua pelajar asal Ambon, Cinzia Christiovani Marantika dan Louise Adriano Hutasoit, telah kembali ke Maluku setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka nasional pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta. Pemprov Maluku kini menjadikan pengalaman keduanya sebagai teladan bagi pelajar lain untuk mengembangkan karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan.
AMBON — Keberhasilan dua putra daerah menjalankan tugas pengibaran bendera di Istana Negara pada 17 Agustus lalu menjadi modal berharga bagi Provinsi Maluku. Pemprov melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menilai pengalaman yang diperoleh selama menjalani pendidikan dan pelatihan di Jakarta selama kurang lebih 40 hari itu layak ditularkan ke sekolah-sekolah lain.
Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku Daniel E. Indey mengatakan, pencapaian Cinzia dan Louise membuktikan bahwa pelajar dari daerah timur Indonesia memiliki peluang setara untuk berprestasi di tingkat nasional. Ia berharap keduanya dapat memotivasi pelajar kelas 10 untuk mengikuti seleksi Paskibraka pada tahun 2027 mendatang.
Bukan Hanya dari Sekolah Favorit
Pemprov Maluku menegaskan bahwa kesempatan menjadi Paskibraka nasional terbuka lebar bagi seluruh pelajar di 11 kabupaten/kota. Tidak hanya dari SMA Siwalima Ambon dan SMA Negeri 2 Ambon, tetapi juga dari sekolah menengah kejuruan hingga madrasah aliyah.
"Kami berharap adik-adik dari SMA negeri lainnya, SMK, maupun Madrasah Aliyah yang ada di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku dapat turut berpartisipasi sebagai Paskibraka pada tahun 2027," ujar Indey di Ambon, Senin (24/8).
Perhatian Khusus Gubernur Lewerissa
Proses keberangkatan kedua pelajar tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Sejak pelepasan pada 14 Juli 2026, gubernur berpesan agar keduanya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
"Bapak Gubernur sangat menaruh harapan agar kedua adik kita ini dapat memberikan yang terbaik untuk Provinsi Maluku, pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga. Mereka adalah utusan Pemerintah Provinsi Maluku," kata Indey.
Pelecut Semangat Berprestasi
Setelah menyelesaikan tugas negara, Cinzia dan Louise kini kembali ke Ambon untuk melanjutkan pendidikan di sekolah masing-masing. Pemprov Maluku menilai keberhasilan ini tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, melainkan menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak generasi muda Maluku yang memiliki karakter kuat dan siap mengabdi.
"Keberhasilan menjadi Paskibraka nasional tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak generasi muda Maluku yang memiliki karakter kuat, berprestasi, dan siap mengabdi bagi daerah maupun bangsa," tutupnya.