Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Ambon memperluas pelatihan keterampilan barista bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Pelatihan vokasi diarahkan pada keterampilan aplikatif bernilai ekonomi agar peserta bisa langsung bekerja atau membuka usaha sendiri. Kolaborasi ini juga melibatkan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku sebagai tindak lanjut koordinasi antarlembaga.
AMBON — Kepala Disnakertrans Maluku M. Rizal Latuconsina menyatakan pelatihan vokasi harus diarahkan pada keterampilan yang aplikatif dan memiliki nilai ekonomi. Peserta didorong tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja bagi orang lain.
"Pelatihan vokasi harus memberikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan. Kita tidak hanya ingin menciptakan tenaga kerja yang siap bekerja, tetapi juga mendorong masyarakat memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja bagi orang lain," kata Rizal di Ambon, Jumat.
Peluang Barista Tumbuh Seiring Bisnis Kuliner Maluku
Keterampilan barista dinilai punya ruang berkembang seiring pertumbuhan usaha kuliner dan kedai kopi di Maluku, terutama di wilayah perkotaan. Rizal menyebut pelatihan vokasi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga menjadi instrumen mendorong kemandirian ekonomi dan kewirausahaan masyarakat.
Pelatihan barista telah digencarkan di BPVP Ambon dengan melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM. Kegiatan itu merupakan tindak lanjut koordinasi antara Disnakertrans Maluku, BPVP Ambon, dan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku.
"Peserta dibekali keterampilan yang bisa menjadi modal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha sendiri. Ini yang ingin kita dorong melalui pelatihan vokasi," ujar dia.
Kompetensi Harus Sesuai Kebutuhan Pasar Kerja
Pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan pasar kerja disebut penting agar pelatihan tidak berhenti pada sertifikasi atau penguasaan teori. Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan langsung diterapkan dalam aktivitas ekonomi.
Disnakertrans Maluku akan memperkuat kerja sama dengan lembaga pelatihan vokasi, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lain. Tujuannya memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
"Kita ingin semakin banyak masyarakat memiliki keterampilan yang relevan, produktif, dan bisa dikembangkan menjadi sumber pendapatan," katanya.
Harapan Wirausaha Baru di Sektor Kopi
Rizal berharap kolaborasi tersebut melahirkan lebih banyak tenaga kerja terampil sekaligus wirausaha baru. Potensi pasar yang disasar termasuk sektor kuliner dan usaha kopi di Maluku.