Dua siswi SMP Kalam Kudus Ambon, Evania Titioka dan Nia Tappangan, mewakili Provinsi Maluku pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat SMP bidang Ilmu Pengetahuan Sosial di Jakarta. Keduanya dijadwalkan bertanding pada 24-30 September 2026 setelah lolos seleksi yang digelar Pusat Prestasi Nasional. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meminta keduanya menjaga disiplin selama persiapan.
AMBON — Evania Titioka dan Nia Tappangan terpilih sebagai utusan Maluku setelah melewati rangkaian seleksi penelitian tingkat nasional yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional. Keduanya merupakan pelajar SMP Kalam Kudus Ambon yang sebelumnya ditetapkan sebagai perwakilan Kota Ambon.
OPSI menjadi ajang kompetisi penelitian bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan inovasi di berbagai bidang ilmu. Pada edisi kali ini, Evania dan Nia berlaga di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial.
Siapa Evania Titioka dan Nia Tappangan?
Keduanya tercatat sebagai siswi SMP Kalam Kudus Ambon. Nama mereka muncul sebagai wakil Kota Ambon sekaligus utusan Provinsi Maluku setelah dinyatakan lolos kompetisi penelitian tingkat nasional.
Keikutsertaan mereka di OPSI berlangsung di Jakarta pada 24-30 September 2026. Ajang ini mempertemukan pelajar dari berbagai provinsi untuk mempresentasikan hasil penelitian masing-masing.
Apa Pesan Gubernur Maluku untuk Kedua Siswi?
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menekankan pentingnya disiplin selama masa persiapan. Ia menyebut pengaturan waktu, kesehatan, dan istirahat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan bertanding.
"Kalian harus disiplin, baik dalam belajar, mengatur waktu maupun menjaga kesehatan dan istirahat. Semua itu penting agar dapat fokus mengikuti kompetisi," kata Hendrik di Ambon, Senin (21/9).
Menurut Hendrik, keikutsertaan kedua siswi menjadi kesempatan mengembangkan kemampuan penelitian sekaligus memperkenalkan potensi dan gagasan generasi muda Maluku di tingkat nasional.
"Keberhasilan dalam sebuah perlombaan membutuhkan komitmen dan kedisiplinan yang tinggi. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik," ujarnya.
Dukungan Sekolah dan Orang Tua Jadi Faktor Penting
Hendrik juga mengapresiasi dukungan sekolah, guru pendamping, dan orang tua yang membimbing Evania dan Nia hingga menjadi perwakilan Maluku. Ia menilai lingkungan pendidikan dan keluarga berperan besar mendorong siswa mengembangkan minat di bidang penelitian.
Ia berharap keikutsertaan kedua siswi menambah pengalaman untuk meningkatkan kemampuan akademik dan penelitian mereka.
"Yang paling penting adalah berani mengikuti proses dan memberikan yang terbaik. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk terus berkembang," kata dia.
OPSI tingkat SMP tahun ini menjadi salah satu ajang bergengsi bagi pelajar yang berminat menekuni penelitian sejak dini. Hasil yang diraih Evania dan Nia akan menjadi tolok ukur pembinaan siswa berprestasi di Maluku ke depan.