AMBON — Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Phillip Taula, diterima Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., dalam kunjungan kerja ke kampus tersebut. Phillip mengaku senang bisa menginjak Ambon untuk pertama kalinya sekaligus melihat langsung fasilitas yang telah dikembangkan lewat kerja sama kedua pihak.
Dalam kunjungan itu, Phillip juga meninjau sejumlah fasilitas Unpatti, termasuk Solar Lab yang selama beberapa tahun terakhir mendapat dukungan Pemerintah Selandia Baru.
Unpatti Disebut sebagai Mitra Penting NZMATES 2.0
Phillip menyatakan Unpatti merupakan salah satu mitra penting dalam pelaksanaan NZMATES 2.0. Menurutnya, kampus itu menjadi bagian tak terpisahkan dari program yang baru diluncurkan di Maluku.
"Saya senang sekali bisa ke Ambon pertama kali. Tujuan utama untuk kunjungan ini adalah untuk meluncurkan proyek New Zealand MATES 2. Dan salah satu partner yang penting di dalam proyek itu adalah Unpatti," ujar Phillip Taula.
Dukungan terhadap Unpatti, kata Phillip, merupakan bagian dari komitmen Selandia Baru bekerja sama dengan Maluku dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap energi, terutama energi bersih.
"New Zealand juga mendukung dalam beberapa tahun terakhir ini sebagai fokus kami untuk coba bekerja sama dengan Maluku untuk meningkatkan akses untuk energi, energi bersih," katanya.
Siapa Saja Mitra yang Digandeng dalam NZMATES 2.0
Melalui NZMATES 2.0, Pemerintah Selandia Baru menggandeng sejumlah mitra di Maluku. Selain Unpatti, ada Pemerintah Provinsi Maluku, Politeknik Negeri Ambon, Yayasan Mercy Corps, dan GHD.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan serta pemanfaatan energi bersih dan energi terbarukan hingga tingkat masyarakat. Phillip menekankan satu hal penting dalam pelaksanaan program itu, yakni memastikan pemanfaatan energi terbarukan benar-benar memberi manfaat bagi warga.
Kerja Sama Sejak 2019 dan Fasilitas Energi Terbarukan 2021
Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, mengatakan kerja sama antara Unpatti dan Pemerintah Selandia Baru melalui Kedutaan Besar Selandia Baru serta tim NZMATES telah berlangsung sejak 2019. Kerja sama itu kemudian berkembang dengan pembangunan fasilitas energi terbarukan di lingkungan Unpatti pada 2021.
"Kerja sama ini sudah berlangsung sejak 2019. Kemudian pada 2021 dibangun fasilitas energi terbarukan di Unpatti," kata Malle.
Menurut Malle, keterlibatan Unpatti dalam NZMATES merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya pengembangan dan pemanfaatan energi bersih serta energi terbarukan di Maluku. Setelah melalui fase pertama yang berlangsung sekitar lima tahun, program NZMATES kini memasuki fase kedua melalui NZMATES 2.0, dan Unpatti kembali menjadi salah satu bagian di dalamnya.
Harapan: Laboratorium Jangan Hanya Jadi Pajangan
Malle berharap fasilitas dan laboratorium energi terbarukan yang telah dibangun di kampus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi.
"Jangan sampai fasilitas dan laboratorium ini hanya menjadi pajangan. Harus menjadi sarana promosi yang masif untuk mendorong transisi dari bahan bakar fosil ke energi bersih," ujarnya.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa, termasuk melalui penerapan Internet of Things (IoT) pada sektor pertanian dan perikanan.
Pemanfaatan teknologi itu, kata Malle, tidak hanya perlu dilakukan di lingkungan kampus, tetapi juga diarahkan untuk memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Kami berharap civitas akademika juga bisa keluar dari kampus untuk melatih dan membantu masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan teknologi kelistrikan di daerah 3T," katanya.
Sinergi antara Unpatti, Pemerintah Selandia Baru, dan para mitra melalui NZMATES 2.0 diharapkan memperkuat pemanfaatan energi terbarukan di Maluku. Kerja sama itu juga diharapkan berkontribusi terhadap pengembangan energi surya, termasuk dalam mendukung rencana pembangunan PLTS skala besar di Kepulauan Aru.