MALUKU — YouTube resmi memperpanjang kontrak eksklusif siaran gratis Coachella hingga 2030, melanjutkan kemitraan hampir 15 tahun dengan Goldenvoice. Kesepakatan ini diumumkan CEO Neal Mohan dalam acara "Made on YouTube", sekitar enam bulan setelah edisi yang dipimpin Sabrina Carpenter, Justin Bieber, dan Karol G menjadi livestream Coachella paling banyak ditonton sepanjang sejarah platform.
Pengumuman perpanjangan hak siar Coachella disampaikan langsung oleh CEO YouTube Neal Mohan dalam acara tahunan "Made on YouTube". Langkah ini memastikan festival musik gurun California itu tetap bisa disaksikan gratis lewat YouTube selama beberapa tahun ke depan.
Kemitraan YouTube dan Coachella sendiri sudah berjalan hampir 15 tahun. Perpanjangan kontrak ini menjadi sinyal bahwa platform besutan Google itu masih melihat festival musik sebagai magnet besar untuk mendatangkan penonton global.
Coachella Jadi Livestream Terbesar YouTube
Edisi Coachella terakhir tercatat sebagai livestream paling banyak ditonton dalam sejarah platform. Penampilan Sabrina Carpenter, Justin Bieber, dan Karol G menjadi daya tarik utama edisi tersebut.
"Kami bersemangat membawa energi gurun ini ke jutaan penggemar musik di seluruh dunia," ujar Neal Mohan saat mengumumkan perpanjangan kontrak.
Shorts Kini Bisa Jadi Mikrodrama
Selain perpanjangan Coachella, YouTube memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk penonton dan kreator. Salah satu yang paling menonjol adalah perluasan format acara ke YouTube Shorts, memungkinkan kreator menyusun video pendek menjadi pengalaman terstruktur dengan episode yang tersusun rapi.
Dengan kata lain, Shorts kini bisa diformat menyerupai mikrodrama. Langkah ini menjawab pertumbuhan penonton mikrodrama yang disebut YouTube menembus 6,5 miliar penayangan pada paruh pertama 2026, naik lebih dari 60 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penonton mikrodrama lewat layar TV juga melonjak 90 persen pada paruh pertama 2026. Lebih dari 35 persen penonton YouTube Shorts menonton lewat TV pada Juli, angka yang menunjukkan pergeseran kebiasaan menonton ke ruang keluarga.
Fitur AI "Ask" hingga Custom Feed
YouTube juga membenamkan kecerdasan buatan ke banyak produknya. Fitur "Ask" hadir di YouTube dan YouTube Music, memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan ke agen AI soal barang yang muncul di video, rekomendasi musik baru, hingga melanjutkan percakapan lintas halaman YouTube.
Fitur ini mulai diluncurkan bertahap pada akhir tahun ini. Untuk podcast, YouTube Music menyiapkan "podcast lineup" yang memberi pratinjau bersuara soal acara dan agen AI yang menanyai pengguna soal alasan mereka menyukai podcast tertentu sebelum mendorong episode.
Di halaman utama, fitur "custom feed" memungkinkan penonton membuat kanal khusus berisi video rekomendasi sesuai topik yang diminta. Fitur ini didemokan kreator fesyen Mina Le, yang menampilkan feed soal video stasioner dan klip "late night coziness" berfokus pada suara ambien.
"Tanpa kekacauan, tanpa harus mencari setiap kali ingin menyelami sesuatu. Hanya ruang pribadi yang dikurasi untuk saya dan bisa saya kunjungi kapan pun," kata Mina Le.
Langkah YouTube memperkuat posisinya di pasar hiburan digital global ini berpotensi berdampak ke Indonesia, mengingat pengguna YouTube Tanah Air termasuk yang terbesar di dunia dan makin banyak kreator lokal yang menggarap format pendek serta siaran langsung musik.