AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pembangunan di wilayah kepulauan harus bertumpu pada data yang akurat. Pernyataan itu disampaikan saat meluncurkan portal Lawamena Satu Data Maluku di Ambon, Senin.
"Hari ini Pemerintah Provinsi Maluku bersama SKALA menegaskan bahwa pembangunan Maluku harus dilandasi dengan keakuratan data. Dengan data yang akurat pemerintah mampu merancang kebijakan yang tepat, efisien, dan terukur," kata Hendrik.
Hendrik menjelaskan bahwa persoalan klasik yang selama ini dihadapi adalah perbedaan data antarinstansi. Akibatnya, perencanaan pembangunan tidak optimal, penganggaran kerap meleset, dan evaluasi kehilangan dasar yang kuat.
Kehadiran Lawamena diproyeksikan menjadi solusi atas masalah tersebut. Portal ini tidak hanya menyajikan angka, tetapi juga menjadi kebutuhan strategis untuk memastikan setiap kebijakan lahir dari fakta, bukan asumsi atau persepsi semata.
Portal Lawamena Satu Data Maluku menghadirkan integrasi berbagai data sektoral dalam satu sistem terpadu. Mulai dari data pemerintahan, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pertanian, hingga investasi.
Dalam pengelolaannya, terdapat empat jenis data. Pertama, data strategis yang diperuntukkan bagi gubernur dan wakil gubernur. Kedua, data taktis bagi pejabat eselon II. Ketiga, data operasional untuk pejabat eselon III. Keempat, data publik yang dapat diakses oleh masyarakat umum.
Selain itu, portal ini dilengkapi fitur data spasial dan sistem kendali mutu (quality control). Fitur ini berguna untuk memetakan kondisi riil masyarakat yang tersebar di wilayah kepulauan dan pulau-pulau kecil di Maluku.
Minister Counsellor Governance and Human Development Kedutaan Besar Australia, Tim Stapleton, menyebut Lawamena sebagai langkah konkret. Menurutnya, portal ini menjadi contoh baik bagaimana Maluku menerjemahkan tujuan nasional untuk memperkuat satu data di Indonesia.
"Kami memahami bahwa Lawamena dikembangkan bukan hanya sebagai portal data, tetapi juga sebagai ekosistem terintegrasi yang menghubungkan data sektoral, statistik, serta dashboard dalam satu sistem yang sama untuk mendukung pembangunan di Maluku," ujar Tim.
Ia menambahkan, portal tersebut telah terintegrasi dengan SDPDN Kementerian Dalam Negeri melalui mekanisme pertukaran data standar. Hal ini dinilai sebagai langkah penting untuk penguatan tata kelola berbasis data di daerah.
Gubernur Hendrik Lewerissa mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Maluku untuk terlibat aktif dalam penyelenggaraan satu data provinsi melalui portal Lawamena. Tujuannya agar arah kebijakan di tingkat provinsi sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
Portal ini rencananya dapat diakses publik mulai 25 Mei 2026. Masyarakat nantinya bisa memantau pembangunan serta melihat rincian data sektoral di daerah tersebut secara langsung.