Target EBITDA US$300 Juta di 2027, Pertamina Andalkan AI dan Transformasi Digital

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42:01 WIB
Pertamina menargetkan EBITDA US$300 juta pada 2027 melalui transformasi digital dan AI.

MALUKU — Pertamina tidak lagi memandang transformasi digital sekadar proyek teknologi. Kini, perusahaan pelat merah itu menempatkan penciptaan nilai atau value creation sebagai fokus utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP). "Dalam rencana tersebut, kami menetapkan target ambisius, yaitu memberikan dampak EBITDA sebesar US$300 juta pada tahun 2027. Itulah yang menjadi visi kami," kata Sigit Pratopo, Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, di sela IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, pekan lalu.

Digital Factory: Dari Sampai Buktikan

Untuk mencapai target itu, Pertamina mengembangkan program bernama Digital Factory. Konsep ini menjadi pendekatan transformasi digital dari ujung ke ujung (end-to-end) di seluruh lini bisnis. Prosesnya dimulai dari identifikasi titik sakit (pain point) bisnis, pengembangan produk layak minimum (MVP), hingga implementasi solusi digital analitik.

Setelah solusi terbukti memberikan hasil optimal, barulah dilakukan scale up atau perluasan. "Pada tahap itulah kami mulai merealisasikan nilai bisnis yang nyata," jelas Sigit. Dengan pendekatan ini, implementasi AI dan mesin belajar (machine learning) tidak lagi sekadar proyek percontohan, melainkan solusi yang langsung menjawab tantangan operasional di lapangan.

Hasil Nyata: Value Creation Melonjak

Strategi ini mulai menunjukkan hasil. Pada 2024, Pertamina berhasil menciptakan nilai (value creation) lebih dari US$35 juta. Angka itu melonjak signifikan pada 2025, di mana realisasinya mencapai hampir US$80 juta, jauh melampaui target awal sebesar US$50 juta.

Pada 2026, Pertamina kembali menaikkan target value creation menjadi US$150 juta. Untuk memastikan target ini tercapai, perusahaan mulai menerapkan Indikator Kinerja Utama (KPI) bagi setiap unit bisnis. "Itulah perjalanan yang sedang kami jalani saat ini," ujar Sigit.

AI Tidak Hanya untuk Hulu, Tapi Seluruh Rantai Nilai

Transformasi digital Pertamina tidak terbatas pada satu sektor. Perusahaan menerapkannya di seluruh rantai nilai energi, mulai dari hulu (upstream), pengolahan (midstream), hingga pemasaran (downstream). Di sektor hulu, misalnya, Pertamina memanfaatkan machine learning dan AI melalui program ChanceX. Program ini terbukti mampu meningkatkan rasio keberhasilan eksplorasi di salah satu cekungan (basin) hingga 10 persen.

Implementasi AI juga terus diperluas ke area strategis lain seperti operasi pengeboran (drilling), optimasi produksi, dan manajemen reservoir. "Kami juga terus memperluas implementasi AI di berbagai operasi upstream, termasuk drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai area lainnya," kata Sigit.

Komitmen transformasi ini juga diperkuat dari level tertinggi manajemen. Pertamina membentuk fungsi khusus, Pertamina Digital Hub, yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analitik dan AI. Fungsi ini melapor langsung kepada Direktur Utama, mencerminkan bahwa digitalisasi kini menjadi prioritas strategis, bukan sekadar proyek sampingan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top