MALUKU — VinFast mulai mematangkan strategi masuk ke pasar Indonesia dengan menyiapkan Viper versi lokal. Sebelum peluncuran resmi, jurnalis dari dalam negeri mendapat kesempatan menguji motor ini langsung di pusat produksi VinFast yang berlokasi di Haiphong, Vietnam. Pabrik raksasa itu tidak hanya merakit motor, tetapi juga memproduksi mobil dan bus listrik.
Yang menarik, Viper untuk Indonesia bukan sekadar replika model yang beredar di Vietnam. VinFast melakukan penyesuaian signifikan pada jantung pacunya.
Perbedaan paling mencolok ada pada tenaga motor penggerak. Di Vietnam, Viper hanya mengandalkan motor 3 kW. Untuk Indonesia, VinFast menyematkan motor 5 kW. Peningkatan daya ini langsung terasa saat motor digeber di lintasan uji.
Akselerasi awal disebut lebih responsif, dengan dorongan torsi yang lebih kuat. Pada mode Sport, karakter motor berubah lebih agresif, memberikan sensasi berkendara yang lebih bertenaga di berbagai kondisi jalan.
Sesi test ride juga menguji kemampuan menanjak. VinFast menyediakan lintasan khusus dengan kemiringan bertahap, mulai dari 5 derajat, 7 derajat, hingga 10 derajat. Viper versi 5 kW mampu melewati seluruh tanjakan tersebut dengan cukup baik.
Bahkan ketika motor dihentikan sejenak di tengah tanjakan, Viper masih bisa melanjutkan akselerasi tanpa kesulitan. Karakter torsi instan khas motor listrik menjadi faktor utama pendukung performa ini. Dukungan dua baterai juga membuat suplai tenaga tetap stabil saat menghadapi jalur menanjak.
Dari sisi tampilan, VinFast Viper mengusung konsep skuter sporty. Bentuknya mengingatkan pada skutik matik populer yang banyak beredar di Indonesia. Meski belum ada pengumuman harga resmi, spesifikasi yang dibawa Viper jelas mengarahkan motor ini sebagai pesaing langsung bagi pemain lokal di segmen kendaraan listrik roda dua.
VinFast memproduksi Viper di pabrik Haiphong bersama model lain seperti Evo, Felis, dan Flash. Rangkaian produk ini menjadi andalan ekspansi perusahaan asal Vietnam tersebut ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Beberapa area pabrik, seperti zona pengembangan baterai dan sistem kontrol kendaraan, tidak dibuka untuk umum karena statusnya sebagai fasilitas strategis perusahaan.