Pencarian

Pemprov Maluku Dorong Pelaku Usaha Lokal Masuk Rantai Pasok Blok Masela, Gubernur: Jangan Jadi Penonton

Jumat, 12 Juni 2026 • 12:46:01 WIB
Pemprov Maluku Dorong Pelaku Usaha Lokal Masuk Rantai Pasok Blok Masela, Gubernur: Jangan Jadi Penonton
Gubernur Maluku dorong pelaku usaha lokal aktif masuk rantai pasok Proyek Blok Masela.

AMBON — Pemerintah Provinsi Maluku mendorong pelaku usaha lokal masuk ke rantai pasok Proyek Blok Masela. Dorongan itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG” di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/2026).

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Kasrul Selang menegaskan, Blok Masela bukan sekadar proyek energi nasional. Proyek ini harus menjadi penggerak transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.

Keberhasilan Bukan Sekadar Investasi

Gubernur menilai Blok Masela adalah momentum penting bagi Maluku untuk mempercepat transformasi ekonomi, memperluas lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan mendorong pusat-pusat ekonomi baru yang berkelanjutan.

“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi yang terbentuk, ketika pelaku usaha lokal mampu menjadi bagian dari rantai pasok, dan ketika generasi muda Maluku memiliki kompetensi untuk mengisi berbagai peluang kerja dan usaha yang tersedia,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan proyek tidak semata dari besarnya investasi atau kapasitas produksi LNG. Justru partisipasi aktif masyarakat lokal yang menjadi indikator utama.

Empat Pilar Kesiapan Daerah

Pemprov Maluku menyiapkan empat pilar utama agar pelaku usaha lokal mampu bersaing di proyek migas berskala besar. Pertama, menyiapkan sumber daya manusia unggul melalui kolaborasi dengan Universitas Pattimura. Kedua, memperkuat UMKM dan pelaku usaha lokal agar memenuhi standar industri.

Ketiga, meningkatkan konektivitas dan infrastruktur pendukung. Keempat, menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Kita tidak boleh menjadi penonton di tanah sendiri. Sebaliknya, kita harus menjadi pelaku, penggerak, dan penerima manfaat utama dari pembangunan yang sedang berlangsung,” kata Gubernur.

Akses Informasi dan Sertifikasi Jadi Kunci

Pemerintah berharap pelaku usaha daerah memperoleh akses lebih luas terhadap informasi, pendampingan, sertifikasi, pembiayaan, serta peningkatan kualitas SDM. Semua itu diperlukan agar mereka mampu memenuhi standar industri yang dibutuhkan dalam proyek migas berskala besar.

FGD ini diinisiasi oleh Universitas Pattimura dan INPEX Masela Ltd. Acara dihadiri perwakilan Bupati Maluku Barat Daya, Bupati Kepulauan Tanimbar, Rektor Universitas Pattimura, perwakilan INPEX Masela Ltd, dan pimpinan OPD terkait lingkup Pemprov Maluku.

Gubernur mengapresiasi forum strategis tersebut sebagai wadah memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Ia berharap lahir rekomendasi dan langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti bersama guna membangun ekosistem ekonomi Maluku yang lebih kuat, kompetitif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan
Sumber: terasmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks