MALUKU — Kekhawatiran melanda publik sepak bola Amerika Serikat di tengah pesta kemenangan 4-1 atas Paraguay. Christian Pulisic, kapten dan motor serangan tim asuhan Mauricio Pochettino, mengalami benturan di bagian betis kirinya. Ia ditarik keluar saat jeda babak pertama, sebuah keputusan yang diambil cepat oleh tim medis untuk menghindari risiko cedera lebih parah.
Rencana Pochettino berjalan mulus sejak menit awal. Tim tuan rumah langsung mengempur pertahanan Paraguay dan membuka keunggulan pada menit ketujuh. Gol cepat itu menjadi pemicu permainan agresif AS yang terus menekan tanpa henti.
Hingga turun minum, Amerika Serikat sudah unggul tiga gol tanpa balas. Strategi high-pressing Pochettino membuat Paraguay kesulitan mengembangkan permainan. SoFi Stadium bergemuruh setiap kali anak asuhnya menciptakan peluang.
Memasuki babak kedua, dominasi Amerika Serikat tak surut. Satu gol tambahan sukses mereka lesakkan, membuat skor menjadi 4-0. Paraguay baru bisa memperkecil kedudukan di sisa pertandingan, namun itu tak cukup mengubah hasil akhir.
Kemenangan 4-1 ini menjadi modal berharga bagi AS yang tergabung di Grup C bersama Turki dan Australia. Tiga poin perdana membuat mereka memuncaki klasemen sementara.
Belum ada pernyataan resmi dari tim medis USMNT mengenai tingkat keparahan cedera Pulisic. Penarikan lebih awal tersebut dinilai sebagai langkah antisipasi mengingat peran vital sang kapten di turnamen ini. Publik kini menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah Pulisic bisa tampil di laga berikutnya.
Pochettino dipastikan akan berhati-hati dalam mengelola kebugaran pemain bintangnya. Turnamen masih panjang, dan kontribusi Pulisic akan sangat menentukan sejauh mana langkah Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.