MALUKU — Catatan sempurna Haaland di setiap kompetisi yang ia ikuti kini bertambah satu lagi. Panggung Piala Dunia menjadi korban terbaru dari ketajaman bomber 24 tahun tersebut. Dua golnya ke gawang Irak memastikan Norwegia memulai petualangan di Amerika Utara dengan langkah percaya diri.
Fenomena ini bukan kebetulan. Haaland selalu mencetak gol di laga perdananya di ajang manapun, mulai dari Norwegian Football Cup, DFB-Pokal, DFL-Supercup, hingga Liga Champions. Pola yang sama terulang saat ia berseragam Borussia Dortmund dan Manchester City.
Di Bundesliga, Haaland masuk sebagai pemain pengganti pada Januari 2020 dan langsung mencetak hattrick. Dua tahun berselang, ia mengulanginya di Premier League dengan dua gol kemenangan 2-0 atas West Ham. Kini, panggung terbesar sepak bola dunia pun tak luput dari aksinya.
Pertandingan melawan Irak berlangsung sengit di babak pertama. Namun, Haaland membuka keran gol pada menit ke-23 memanfaatkan umpang silang dari sisi kanan. Gol keduanya hadir di babak kedua lewat skema serangan balik cepat yang ia selesaikan dengan dingin. Norwegia menutup laga dengan skor 4-1.
Hasil ini menempatkan Norwegia di puncak klasemen sementara Grup I. Langkah berikutnya akan menentukan sejauh mana Haaland bisa membawa timnya melaju ke fase gugur.
Di level klub, Haaland sudah mengoleksi tiga gelar top skor Premier League. Konsistensi ini membuat ekspektasi terhadapnya di Piala Dunia 2026 sangat tinggi. Publik Norwegia berharap ia bisa mengulang ketajaman yang sama seperti di Manchester City.
Statistik menunjukkan Haaland tidak hanya tajam di depan gawang, tetapi juga efisien. Rasio gol per tembakan di laga debut selalu di atas rata-rata. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin ia menjadi kandidat kuat sepatu emas turnamen.
Norwegia akan menghadapi lawan berikutnya dalam beberapa hari ke depan. Laga tersebut akan menjadi ujian apakah Haaland bisa mempertahankan performa impresifnya. Satu hal yang pasti: catatan gol debut di setiap kompetisi sudah aman dalam genggamannya.