MALUKU — Kedatangan Ramadhan Sananta ke Persebaya bukan sekadar tambahan amunisi lini depan. Bagi pelatih Bernardo Tavares, transfer ini adalah misi pemulihan untuk mengembalikan ketajaman striker berusia 23 tahun itu di Super League 2026/27.
Sananta resmi berseragam Bajol Ijo setelah mengakhiri kontraknya dengan DPMM FC di Liga Malaysia. Ia datang ke Surabaya tanpa biaya transfer, membuka lembaran baru setelah satu musim yang kurang ideal di negeri jiran.
Tavares punya kenangan manis bersama Sananta. Saat di PSM Makassar, pemain kelahiran 27 November 2002 itu mencetak 11 gol dari 24 pertandingan dan menjadi andalan hingga menembus Timnas Indonesia.
“Ramadhan Sananta adalah pemain yang berkembang pesat saat bekerja bersama saya di PSM Makassar. Ketika pertama kali datang, namanya belum banyak dikenal. Namun, seiring waktu ia mampu menunjukkan kualitasnya hingga menembus Timnas Indonesia,” ujar Tavares.
Pelatih asal Portugal itu percaya performa menurun di Malaysia tidak menghilangkan kualitas dasar Sananta. Menurutnya, faktor kepercayaan diri dan lingkungan yang tepat menjadi kunci kebangkitan sang pemain.
“Saya percaya Sananta bisa tampil lebih baik lagi. Dia adalah pemain lokal, pemain tim nasional, dan jika berada dalam kondisi terbaiknya, dia mampu memberikan dampak besar bagi tim,” tegasnya.
Bagi Sananta, keputusan bergabung dengan Persebaya sangat dipengaruhi oleh figur Tavares. Ia menilai pelatihnya itu memahami karakter pemain dan mampu memberikan motivasi yang tepat.
“Kehadiran Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting. Beliau adalah pelatih yang pernah membantu perkembangan karier saya dan memberikan kepercayaan besar kepada saya,” ujar Sananta.
Pemain dengan 18 caps bersama Timnas Indonesia itu mengakui banyak belajar dari metode kepelatihan Tavares, baik dari sisi teknis maupun mental bertanding. “Saya merasa banyak berkembang berkat arahan beliau,” tambahnya.
Tavares menegaskan Persebaya memiliki tanggung jawab untuk mengeluarkan potensi terbaik Sananta. Sebaliknya, sang pemain juga dituntut berkontribusi maksimal demi target tim musim ini.
“Kami memahami karakter dan kualitas yang ia miliki. Sekarang tugas kami adalah membantunya kembali mengeluarkan kemampuan terbaiknya, sementara dia juga harus membantu tim mencapai target yang sudah ditetapkan,” terang Tavares.
Reuni duet Tavares-Sananta di Persebaya menjadi salah satu cerita menarik jelang bergulirnya Super League 2026/27. Publik menanti apakah chemistry lama mereka bisa kembali membawa kejayaan, kali ini untuk Bajol Ijo.